Intervensi Tak Mempan, Plt Bupati Aceh Tamiang Lantik Tujuh Pejabat Eselon III

ACEH TAMIANG - Plt Bupati Aceh Tamiang, Drs. HM Ali Alfata, MM, akhirnya menghalau segala intervensi dari pihak luar terhadap dirinya dan tetap melantik tujuh pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, di Pendopo Bupati Kota Kuala Simpang, Jum'at (10/02/2017) sekira pukul 23.00 WIB.

Prosesi pelantikan ketujuh pejabat itu turut disaksikan oleh Asisten Administrasi Umum Drs. Rianto Waris, Pimpinan Kolektif DPRK Aceh Tamiang, Ketua Fadlon, Wakil Ketua I Juanda, S.IP dan Wakil Ketua II Nora Idah Nita, SE, serta Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo, SIK, diwakili oleh Ka­nit Tipikor, IPTU Asrul Rinaldi.

Setelah melakukan pelantikan, dalam sambutannya, Ali Alfata menyampaikan kepada para pejabat yang baru dilantik agar memenuhi tuntutan optimalisasi kinerja organisasi pemerintah daerah sehingga pejabat yang dipilih dan dinilai memiliki kemampuan yang profesional, akuntabel, jujur, disiplin, netral, dan berpihak kepada kepentingan rakyat serta loyalitas yang tinggi.

Dirinya juga berharap kepada para pejabat yang baru saja dilantik untuk senantiasa mampu mengembangkan komunikas publik yang baik sebagai bagian dari pelayan prima dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada warga yang membutuhkan.

Diakhir kata sambutannya, Ali Alfata turut menyampaikan bahwa tugasnya sebagai Plt Kabupaten Aceh Tamiang berakhir pada Sabtu, 11 Februari 2017. Dirinya juga menyampaikan ucapan ma'af jika selama di Aceh Tamiang ada hal-hal tentang dirinya yang tidak berkenan dihati.

"Tugas saya telah berakhir besok, 11 Februari 2017. Saya menyampaikan ucapan ma'af kepada semua pihak jika selama di Aceh Tamiang ada hal-hal tentang dirinya yang tidak berkenan dihati," tutup Ali Alfata.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Plt Bupati Aceh Tamiang, Drs. HM Ali Alfata, MM, dengan secara terbuka mengaku bahwa ada upaya intervensi yang memaksa dirinya untuk tidak melantik pejabat-pejabat yang sudah di-SK-kan itu. Namun, Alfata tidak mau mengungkapkan pihak yang mengintervensinya.

Namun, dirinya berjanji akan mengabaikan campur tangan atas urusannya dan akan tetap melantik sejumlah pejabat yang sudah di-SK-kan, karena sudah mendapat rekomendasi dari Mendagri untuk mengisi struktur organisasi baru pemerintahan. Dan dirinya menjelaskan bahwa tidak punya kepentingan, hanya menjalankan tugas yang salah satunya mengisi STOK baru di lingkungan Pemkab Tamiang.[Zf]

Baca Juga