Mahasiswa Aceh Ungkap Kekecewaan Pemerintahan Zikir, Sekarang Ini Harapannya!

MEDAN - Proses penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2012-2017 merupakan harapan baru bagi masyarakat Aceh untuk memilih pemimpin yang memperhatikan rakyat. Saat itu, pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf dianggap paling cocok untuk memimpin Aceh.

Namun, setelah lima tahun atau satu periode memimpin Aceh, pasangan ini masih belum maksimal dalam menjalankan roda pemerintahan Aceh. Terlebih lagi dengan munculnya konflik internal antara Zaini Abdullah dengan Muzakir Manaf sehingga terjadinya ekspresi pertentangan yang disebabkan adanya perbedaan diantara mereka. Perihal ini berdampak pada proses pengelolaan jabatan yang sudah diembannya.

Rahmat Asri Sufa, pemuda asal Aceh menyampaikan rasa kekecewaannya, selaku salah seorang warga Aceh merasa begitu prihatin dengan kondisi yang sudah terjadi pada masa kepemimpinan Zikir yang sudah berjalan satu periode, dan hampir mengakhiri masa jabatannya tersebut.

"Kami mahasiswa yang sedang menuntut ilmu diluar Aceh sangat berharap beasiswa, dan ini tidak kami rasakan sedikitpun. Baik itu teman-teman saya yang kurang mampu atau yang berprestasi," ujar salah satu Tokoh Muda Medan asal Bireuen ini kepada LintasAtjeh.com, Sabtu (11/02/2017).

Lanjutnya, program sebelumnya yang pernah dijalankan oleh pemerintahan sebelum Zikir dapat dirasakan oleh abang dan kakak-kakak kami yang berasal dari daerah yang sama.

"Tapi kami tidak dapat itu, termasuk juga pembangunan yang tidak merata, beasiswa luar negeri. Ini semua sangat berdampak bagi kami kaum muda, terkhusus warga Aceh yang sedang menuntut ilmu di luar," terang Rahmat Asri Sufa yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Forum Mahasiswa Aceh (FORMA) Sumatera Utara ini.

Kami berharap, kata Rahmat, di Pilkada kali ini yang hanya menghitung hari di depan mata, semua berjalan dengan lancar. Semoga terpilih pemimpin yang pro terhadap rakyat serta benar-benar mengayomi rakyat.

"Kalau ingin Aceh lebih baik, pilih calon gubernur dan wakil gubernur yang pro rakyat. Coblos kertas suara sesuai hati nurani tanggal 15 Februari besok, jangan sampai memilih kandidat karena paksaan," ujar Rahmat Asri Sufa.[Rls]

Baca Juga