Begini Jawaban Irwandi Yusuf Soal Ancaman Biksu Wirathu Serang Aceh

BANDA ACEH - Irwandi Yusuf dalam akun facebooknya, hari ini Sabtu malam (18/03/2017), mengganti foto profilnya. Sebelumnya, akun facebook miliknya terpampang foto saat terbang bersama 'Eagle One' Hanakaru Kogata.

Namun foto itu, oleh Irwandi Yusuf sudah diganti dengan tampilan parlente dengan stelan jas warna hitam lengkap dengan pecinya berhias senyuman khas pencetus JKA ini.

Bukan hanya foto itu saja yang mendapatkan berbagai tanggapan netizen. Namun pertanyaan lain pun dilontarkan netizen terkait ancaman Biksu Wirathu yang berasal dari Myanmar dan menjadi viral di dunia maya karena keinginannya akan menyerang Aceh.

Hal itu ditanyakan akun 'Si Rin Der' : Hai pak irwandi,pu butoi budha myanmar di jak kunoe u aceh? (Hai Pak Irwandi apa benar Budha Myanmar mau datang ke Aceh?)

Mau tahu jawaban Irwandi Yusuf, simak yaa....

Nyan, 1200 km dari pante myanmar u pante Uleelheue. Ngon pue jineuk menyebrang? (Itu 1.200 kilo meter dari pante Myanmar untuk pante Ule Lhee. Dengan apa dia menyebrang?)

Meunyoe ngon Hanakaru Hokagata 5 jeum dan 108 liter Pertamax baroe trok. (Kalau dengan Hanakaru Hokagata 5 jam dan 108 liter pertamax baru sampai.)

Lon hawa ku Pemerintah Myanmar beu dijak intervensi dan agresi u Aceh supaya na alasan yg sah utk ta bhan nanggroe zalem nyan. Militer Indonesia peringkat No 1 terkuat jinoe dlm lingkungan ASEAN, meutamah ngon Malaysia lom. Tapi Myanmar han jiteujeut meukomen pih sabab Myanmar agt ASEAN cit. Jadi, bhiksu pungoe nyan bek lah boh keu poin.  Meunyoe cit miseue ji ek pesawat penumpang jijak u Aceh bak urosan lon mantong. Kugayueng ban saboh rombongan jih. (Saya kepingin pemerintah Myanmar mau melakukan intervensi dan agresi militer ke Aceh supaya ada alasan yang sah untuk tambahan negara yang zalem itu. Militer Indonesia peringkat 1 terkuat saat ini di tingkat ASEAN, ditambah lagi dengan kekuatan Malaysia. Tapi Myanmar tidak berani bicara pun sebab Myanmar anggota ASEAN juga. Jadi, Biksu gila itu jangan dijadikan point. Kalau pun dia naik pesawat penumpang pergi ke Aceh biarlah urusan saya saja kuhajar satu rombongan.)
Biksu Wirathu
Sebelumnya, untuk pertama kalinya Qanun Jinayat atau peraturan daerah yang mengatur hukuman pidana di Aceh diterapkan terhadap penganut Buddha. Eksekusi hukum cambuk itu dilakukan Jumat, 10 Maret 2017, terhadap dua orang penganut Buddha yang dituduh terlibat judi sabung ayam.

Alem Suhadi, 57 tahun, dan Amel Akim, 60 tahun, adalah keturunan etnis Cina dan termasuk minoritas Buddha. Mereka dicambuk di depan puluhan pejabat lokal dan ratusan penduduk di Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Terkait hukuman cambuk itu, tokoh Buddha radikal asal Myanmar, Wirathu mengecam keras hukuman cambuk yang diberlakukan terhadap penganut Buddha di Aceh.

Biksu yang bertanggungjawab atas tewasnya ribuan muslim Rohingya ini mengancam akan menyerang Aceh dan nelayan Indonesia yang ketahuan berlayar di area mereka.

“Tidak ada satu pun umat Buddha yang dianiaya kecuali kami akan membalasnya, ” tuturnya.[Red]

Baca Juga



close
Banner iklan disini