Tabayyun, PPWI Prihatin Oknum TNI Siksa 'Pahlawan' Bernasib 'Begal

JAKARTA - Hari Minggu lalu, beredar video heboh penyiksaan 3 remaja oleh oknum TNI bersama oknum sekuriti dan warga lainnya karena diduga sebagai pelaku pembegalan terhadap keluarga Jenderal (Purn) TNI George Toisutta.

Hasil pencarian kebenaran informasi (Tabayyun) atas kasus begal vs oknum TNI yang disebar-luaskan dalam bentuk video penyiksaan 3 remaja oleh oknum TNI tadi malam, ternyata:

1. Tiga remaja yg disiksa, ditelanjangi, dicambuk, merayap dengan punggung di bagian bawah, dan disiram (air) adalah orang baik-baik, bukan kawanan begal. Mereka adalah Iksan Ansari (17), Sulaiman (19), dan Afdal (18).

2. Ketiga remaja tersebut justru adalah orang yg peduli sesama, yang mengejar mobil sedan pelaku tabrak lari, yang baru saja menabrak sepeda motor warga lainnya.

3. Pengendara sedan pelaku tabrak lari itu adalah cucu purnawiran Jenderal TNI George Toisutta.

4. Tempat kejadian di Makassar, Sulawesi Selatan, pada hari Minggu, 16 April 2017 lalu.


Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) sangat menyayangkan perilaku para oknum TNI, bersama oknum sekuriti dan warga lainnya, yang main hakim sendiri, menyiksa sesamanya sebangsa dan setanah air, dengan tanpa rasa belas kasihan, tanpa hati.

"Lebih memprihatinkan lagi, penyiksaan itu dilakukan tanpa mencari informasi yang memadai tentang apa sesungguhnya yg dilakukan ketiga remaja itu," kata Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, kepada LintasAtjeh.com melalui pesan WA, Rabu (19/04/2017).

Lanjut Alumni PPRA-48 Lemhannas RI Tahun 2012 itu, PPWI juga menghimbau kepada semua pihak, cerdaslah dalam menerima informasi, cari informasi sebanyak-banyaknya, secukup-cukupnya, juga tidak reaktif, langsung main pukul dan menyiksa orang lain sesukanya.

"PPWI berharap dan mendoakan semoga para korban penyiksaan oknum TNI tersebut mendapatkan keadilan dan segera pulih dari cedera dan trauma yang mereka derita," tutup trainer jurnalistik bagi ribuan anggota TNI, Polri, guru, mahasiswa dan masyarakat umum ini.[Red/Inikatanews]

Baca Juga