Akun FB Robert Christianto 'Warning' Usir Warga Aceh di Kalimantan

BANDA ACEH - Akun facebook Robert Christianto mengultimatum 'Gubernur Aceh' agar meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Dayak Kalimantan terkait 'Pengusiran' Gubernur Kalbar Cornelis dari Aceh.

Bahkan, Akun facebook Robert Christianto  juga memberikan 'Warning' apabila Gubernur Aceh tidak minta maaf maka 'Siap-siap' masyarakat Aceh untuk pergi meninggalkan Bumi Borneo Tanah Pusaka Dayak.

Berikut postingan akun facebook Robert Christianto yang diunggah tanggal 6 Mei pukul 21.12 WIB.

JIKA BENAR BAPAK CORNELIS GUBERNUR KALIMANTAN BARAT YG JUGA PRESIDEN MADN DIUSIR DI ACEH,  MAKA DENGAN INI KAMI MINTA AGAR GUBERNUR ACEH UNTUK MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA MASYARAKAT DAYAK KALIMANTAN,  JIKA TIDAK MAKA UNTUK SELANJUTNYA KEPADA PIHAK MASYARAKAT ACEH DI KALIMANTAN UNTUK BERSIAP PERGI MENINGGALKAN BUMI BORNEO TANAH PUSAKA DAYAK. SEBELUM ANDA TERUSIR DENGAN PAKSA......

Sebelumnya, Gubernur Kalbar Cornelis dalam pidatonya beberapa waktu lalu yang bernada provokatif, intoleran dan menyerang simbol Islam. Bahkan akibat pidato Cornelis, salah satu ulama tak bersalah dipulangkan dengan paksa oleh aparat.

Menyikapi hal tersebut, sejumlah masyarakat Aceh menggelar aksi di bundaran Simpang 5 Kota Banda Aceh  serta mendatangi Hotel Hermes Palace tempat dimana Cornelis menginap dalam rangka pembukaan acara Petani Nelayan PENAS ke-XV di Propinsi Aceh.

Masyarakat Aceh meminta kepada pihak Hotel Hermes utuk segera mengeluarkan Cornelis dari hotel tersebut karena masyarakat Aceh tidak bersedia Cornelis datang ke Aceh karena beberapa waktu lalu Gubernur Kalimantan Barat menolak kedatangan ulama di Kalimantan Barat yang bertujuan berdakwah itu.

"Bumi Aceh haram diinjak oleh siapapun yang benci kepada ulama dan Islam termasuk Cornelis. Kami minta kepada gubernur kafir harbi itu untuk segera angkat kaki dari Aceh sebelum kami akan mengusir paksa," pungkas salah satu peserta aksi dalan orasinya.

Akhirnya pihak Hotel Hermes memberikan keterangan pada peserta aksi bahwa Gubernur Kalimantan Barat itu sudah check out sekitar pukul 12.00 WIB (Sabtu kemarin, 06 Mei 2017), dengan memperlihatkan surat tanda check out kepada peserta aksi.[Red]

Baca Juga