Alumni Unsam Soroti Berbagai Permasalahan di RSUD Langsa


LANGSA - Berbagai permasalahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa sejak pergantian pimpinan dari dr. Herman ke dr. Syarbaini M.Kes yang mencuat diberitakan diberbagai media cetak dan elektronik menjadi bahan kajian bagi salah seorang alumni Fakultas Hukum Unsam 2014.

Radhali, SH yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum UISU saat ditemui LintasAtjeh.com, Senin (01/05/2017) mengatakan bahwa sebagai warga Kota Langsa dirinya sangat mengapresiasi pembangunan di RSUD Langsa saat ini. Tetapi ia juga menyayangkan dengan apa yang terjadi dalam pembangunan tersebut.


"Dalam catatan yang saya ambil dari berbagai sumber di media cetak dan elektronik ada beberapa pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum-oknum pejabat RSUD Langsa diantaranya, kasus pemusnahan obat-obatan bantuan tsunami, penjualan Rekam Medis, dan kasus pembagian remonisasi," ujarnya.


Menurut Radhali, pelanggaran hukum yang sudah ditangani pihak penegak hukum tersebut hingga kini belum juga ada kejelasan. Padahal kasus pemusnahan obat-obatan yang ditangani sejak bulan November lalu hingga kini belum selesai, belum lagi kasus penjualan Rekam Medis yang hilang bak ditelan bumi.

Belum selesai kasus tersebut, sambungnya, kini timbul lagi permasalahan lainnya di RSUD Langsa ini. Apalagi masalah yang timbul baru-baru ini terindikasi adanya upaya pembodohan publik, hal tersebut dikarenakan pembangunan ruang operasi Cath Lab yang jelas-jelas melanggar aturan tentang tata letak teknis pembangunan ruang itu.

 
"Bantahan Kabag Humas RSUD terkait pemberitaan di media online Lintas Atjeh tidak kena ke pokok masalah, malah bantahan tersebut terkesan menjadi pembodohan publik," jelasnya.

"Bahkan, bantahan Kabag Humas RSUD Langsa menimbulkan masalah baru, karena apa yang ditanggapi Yara beberapa waktu lalu sesuai aturan dan perundangan-undangan," imbuhnya.

Apalagi kita ketahui pada saat ini, lanjutnya lagi, RSUD Langsa sedang mengejar Akreditasi yang harus diraih, sehingga terkesan dengan berbagai macam cara digunakan untuk mendapatkan hal tersebut.

"Sebenarnya kita mendukung dengan apa yang diusahakan pihak RSUD Langsa, tapi janganlah menggunakan hal-hal yang dapat merugikan masyarakat dan Jangan pula mengambil keuntungan diatas penderitaan khalayak ramai," pungkasnya.[Mahfud]

Baca Juga