APBA Milik Siapa ? Sudahkah Sesuai Harapan Rakyat Aceh ?


BANDA ACEH - Departertemen Kebijakan Publik KAMMI UIN Ar-Raniry menyelenggarakan kegiaran FGD (Fokus Group Discussion) di ruang Teater Room Fakultas Syariah, dengan judul "APBA Milik Siapa? Sudahkah Sesuai Harapan Rakyat Aceh?"

Melihat kondisi APBA kita yang selalu terlambat hampir tiap tahunnya hal inilah yang melatar belakangi Departemen Kebijakan Publik KAMMI UIN Ar-Raniry yang diketuai oleh Melvi Zuhra untuk menyelenggarakan FGD terkait APBA ini.

Adapun pemateri pada FGD ini diisi oleh Alfian dan Hafidh perwakilan dari MatA (Masyarakat Transparansi Aceh) dan juga bertugas sebagai moderator adalah Agus Fajri selaku Sekjen Demisioner PW KAMMI Aceh.

"FGD ini ditujukan kepada kalangan mahasiswa untuk memberi pemahaman yang mendalam terkait anomali APBA ini," kata Ammar Ismail selaku Ketua Panitia FGD.

"Selain itu mahasiswa juga diharapkan bisa bersuara, mengawal serta mengontrol daripada setiap kebijakan pemerintah terkait mengenai APBA ini," terangnya.

Hafidh mengatakan mengawali kegiatan APBA ini bukan hanya tugas dari mahasiswa namun juga seluruh komponen masyarakat tetapi setidaknya kontribusi mahasiswa harus terlihat dalam hal ini. 

"Tentunya dengan mengikuti kegiatan ini akan menambah wawasan mahasiswa sehingga bisa lebih paham lagi terkait APBA ini," kata dia.

Sementara Alfian menambahkan bahwa hingga hari ini Aceh masih menjadi provinsi termiskin nomor 2 di Sumatera setelah Bengkulu.

"Padahal kalau mengacu kepada dana otsus tentu kondisi Aceh hari ini tidak demikian namun inilah yang terjadi. Dan menjadi PR kita bersama untuk mengatasi permasalahan ini," bebernya.

Adapun acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada maasiswa terkait APBA ini dan juga mengajak seluruh mahasiswa untuk turut mengawali setiap kebijakan yang berhubungan dengan APBA ini agar dana otsus ini bisa dinikmati bersama oleh masyarakat Aceh.[Red]

Baca Juga