Bupati Aceh Besar Tinjau Ujian Nasional SMP/MTs

ACEH BESAR -   Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah, S.Sos, bersama Ketua DPRK Sulaiman, SE, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Razali, Kakan Kemenag Drs. Salahudin, M.Pd, meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama tingkat SMP/MTs yang berlangsung di SMPN 3 Unggul Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (02/05/2017).

Sebanyak 5.667 siswa/i tingkat SMP/MTs se-Aceh Besar mengikuti UN yang dimulai sejak 2 hingga 5 Mei 2017. Adapun materi yang diuji meliputi pelajaran Bahasa Indonesia (2/5), Matematika (3/5), Bahasa Inggris (4/5) dan Ilmu Pengetahuan Alam (8/5).

Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah disela-sela pemantauan UN mengatakan bahwa Ujian Nasional diselenggarakan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan peserta didik pada jenjang satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah sebagai hasil dari proses pembelajaran sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Begitupun, Mukhlis Basyah mengapresiasi sistem ujian dengan komputer yang dilaksanakan di hampir seluruh SMP/MTs di Aceh Besar. Bupati menyebut pelaksanaan ujian dengan sistem komputer lebih hemat dan cepat, dimana peserta dapat langsung mengetahui nilai yang diraih dan juga dapat menekan kecurangan.

"Saya berterimakasih kepada jajaran Dinas Pendidikan, para kepala sekolah dan para guru yang telah bekerja keras guna terlaksananya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Semoga kelulusan tahun ini terus membaik," tegas Mukhlis Basyah.

Ketua DPRK Aceh Besar Sulaiman, SE, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan ujian berbasis komputer, dimana pihaknya akan terus memfasilitas pemerintah dalam pengadaan sarana dan prasarana pendukung UNBK. "Pemerintah tentu harus terus menerus melakukan pembenahan infrastruktur sekolah, sehingga nantinya seluruh sekolah di Aceh Besar mampu dimanfaatkan untuk ikut UNBK," tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Drs. Razali menjelaskan ada beberapa perubahan penyelengaraan UN tahun ini yaitu dengan lebih luasnya jangkauan pelaksanaan ujian nasional berbasis computer (UNBK), perubahan peran perguruan tinggi dan LPMP dan pemindaian LJUN yang dilakukan oleh panitia tingkat provinsi. 

"Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu daerah yang siap dalam menerapkan pelaksanaan UNBK,"  ungkap Razali.

Untuk tahun ini, sebut Razali yang didampingi Kepala Sekolah SMPN 3 Ingin Jaya Markhayani, S.Pd, di Aceh Besar baru 15 sekolah SMP/MTs yang melaksanakan UNBK, dari 101 sekolah yang ikut ujian nasional tahun ini. 

"Insya Allah tahun 2018 dengan dukungan semua pihak seluruh SMP/ MTs di Aceh Besar mampu melaksanakan ujian berbasis computer," ujar Razali Optimis.[DW]

Baca Juga