Irwandi Yusuf: Semoga Rumah Ini Dinikmati dan Disyukuri!

ACEH SELATAN - "Saya datang bersama teman seorang TNI yang jabatannya Kepala Dinas Operasi Lanud Iskandar Muda, Mayor (Psk) Khairul Arifin".

Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh terpilih Irwandi Yusuf saat mengawali sambutan dalam rangka menyerahkan rumah bantuan layak huni untuk anak yatim Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (25/05/2017), di Gampong Rambong, Kecamatan Kota Bahagia.

Setelah itu, Irwandi menyindir kata sambutan yang disampaikan panitia karena dalam pantunnya mengatakan masyarakat Kota Bahagia hingga ke pucuk. Tapi di ujung-ujung orasinya mengatakan masih miskin, masih sengsara.

"Paki-paki nyan," sindir Irwandi disambut tawa undangan.

Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut Irwandi Yusuf menyampaikan mimpinya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh.

"Mimpi saya untuk membangun pertanian, dan petani bisa mengelola sawah secara intensif dan membuka lahan sawah baru. Bagaimana caranya nanti untuk peningkatan ekonomi kita akan berikan kepada warga yang status KTP-nya petani namun petani yang tidak punya sawah. Artinya dia menggarap sawah orang dan mendapat upah," terangnya.

"Apalagi di Aceh Selatan, waktu hujan banjir, waktu panas kering di sawah. Ini akibat illegal loging, pemotongan kayu di hutan. Ini semua salah kita. Tidak ada gunanya normalisasi, pembangunan tanggul jika di gunung rusak," sebutnya.

Masih kata Tgk. Agam, angka kemiskinan mencapai 17 persen. Masa saya, kemiskinan mampu saya turunkan dari 30 persen menjadi 18 persen. Bicara kemiskinan di Aceh Selatan, khususnya Kota Bahagia jadi kita bicara sedikit tentang pilkada.

"Apa dulu masyarakat disini ada yang memilih saya? Menang atau kalah, pilih atau tidak pilih saya, itu tidak masalah, semuanya rakyat saya. Artinya akan kita perhatikan semua, karena ini terakhir saya menjadi gubernur . Karena menurut UU PA hanya 2 kali pelantikan menjadi gubernur," bebernya.

Irwandi Yusuf juga berkisah tentang hidupnya dalam keluarga orang berada namun menempatkan dirinya sebagai orang tak berada, sekolah dengan sepeda dan jalan kaki.

"Bapak saya tidak pernah kasih jajan, dan saya mintapun ga berani, makanya pada saat mau jajan saya sedih. Dari itu, saya merasakan bagaimana anak yatim tidak punya rumah. Pada saat hujan mereka berkumpul di satu sudut rumah tempat berlindung dari hujan. Apakah tidak sedih?" ungkapnya penuh perasaan.

Untuk itu, saat menang pilkada daripada berfoya-foya melakukan syukuran potong lembu, lebih baik kita berikan kepada anak yatim.

"Harapan saya, dengan rumah ini agar mereka bisa istirahat, belajar dan beribadah. Selain itu, jangan ada anak yatim yang putus sekolah," demikian pesannya.

"Adapun rumah yang dibangun adalah masuk kategori miskin, tapi tidak ada toilet dan sumur. Saya harap keuchik dan perangkat desa bisa melengkapi sarana itu. Hari ini saya meresmikan penggunaan rumah yatim semoga dapat dinikmati dan disyukuri. Bagi anak yatim yang belum kebagian, harap bersabar," pungkasnya.[Red]

Baca Juga