Selamat HUT LintasAtjeh.com Yang Ke - 3 , Semoga Tetap Berintegritas dan Selalu Terdepan. By : Wilson Lalengke (Ketua DPN PPWI), Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M. Eng (Ketua DPD PPWI Aceh), M. Effendi, SE (Pimred Beritalima.com), Adin (Pimred Indonesiamediacenter.com), Mukhtaruddin Pakeh, SE (Pimred Bongkarnews.com), Ihsan Yusnadi, S.Kom (Pimred Acehselatan.com), Zahrul, SH (Pimred Atjehlink.com), Said Zahirsyah (Pimred Atjehupdate.com), Edi Safaruddin, SH (Pimred Globalaceh.com), Agus Salim (Pimred Radaraceh.com), Umar Effendy (Pimred Atjehnet.com), Syaiful Anshori, A. Md, Kom (Pimred Koinrakyat.com), Irsye (Wartawan Kabarpapua.com), Anwar Risyen (Ketua DPC PPWI Aceh Utara), Eka Sahputra, SE (Ketua DPC PPWI Langsa), dr. Zulfikry, MKES (Ketua DPC PPWI Aceh Timur), Masridha, ST (Ketua DPC PPWI Aceh Selatan), Rahmat Hidayat (PPWI Aceh Barat), Yenni Muezza (PPWI Jakarta), Muzer (Wartawan Prosekutor), Azhar (Pimred Statusaceh.net, BAPANASNews), Cahyo Nugroho (DPC PPWI Tegal), Johan Yaas (Dewan Penasehat DPC PPWI Sarmi, Ketua Dewan Adat Sarmi), Max F. Werinnussa, SH (Ketua DPC PPWI Sarmi), Dara Ayuwi (PPWI Aceh), Ainuddin Chalik (CEO-Founder Keluargapedia.com), Zaki Fansurya (PPWI Padang), Sayed Zainal, M.SH (Direktur Eksekutif LembAHtari), Nasruddin (Ketua FPRM Aceh), Mustafa Kamal (Ketua LSM GEMPUR), Bambang Herman, SH (Ketua DPW PAKAR Aceh Tamiang),Sayed Mahdi, M.Si, MMA (Pimpinan Umum TamiangNews), Roby G Sinaga (Ka Biro SKN Bidik Kasus Langsa-Aceh Timur), Rafiq (Ketua LSM PANGLIMA),Sufainy Syekhy (Ketua Acheness Australia Association), Jermia Budi Susetya (PPWI Semarang), MarsonoRh (KompasTV Engineering) Denni France (PPWI Pekanbaru), Nova Indra (PPWI Padang Panjang), Dliyauddin (Pimred Kalimantanpers.com), Dedy Djumhana (Pimred Pantauterkini.com), Abdullah Matyah (Ketua LSM LCO) .

Listrik Sering Mati, Daniel A. Wahab: PLN 'Cakap Tak Serupa Bikin'

Daniel A. Wahab bersama Manager PLN Banda Aceh



BANDA ACEH - Wakil Ketua Komisi B DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab mengungkapkan rasa kecewa dan kekesalannya atas kinerja PLN Area Banda Aceh. Pasalnya, selama bulan ramadhan ini, PLN tidak bisa memberikan pelayanan terbaiknya untuk masyarakat khususnya warga Banda Aceh. Bahkan PLN bekerja layaknya ‘Cakap Tak Serupa Bikin’.

Hal tersebut disampaikan Daniel Abdul Wahab kepada LintasAtjeh.com, di Banda Aceh, Selasa (30/05/2017), menyikapi pemadaman listrik yang dilakukan pihak PLN.

Kata dia, bagaimana tidak cakap tak serupa bikin? Pada tanggal 17 Mei 2017 lalu, saya melakukan audiensi ke Manager PLN Area Banda Aceh agar PLN menyiapkan diri dan mendeteksi dari sekarang untuk menghadapi bulan suci ramadhan dan kita minta tidak ada pemadaman agar warga nyaman beribadah.

“Janji Manager PLN Banda Aceh beberapa waktu lalu, menyatakan siap melayani warga untuk mengupayakan semaksimal mungkin agar lampu tidak padam di bulan suci ramadhan. Tapi nyatanya begini!” kesalnya.

Masih kata dia, masyarakat sangat kecewa kepada pihak PLN karena tidak komitmen atas apa yang dijanjikannya. Sikap PLN yang mematikan listrik saat ramadhan adalah perbuatan yang tidak bisa ditolerir apalagi dengan dalih macam-macam.

“Kita merasa kecewa dengan sikap PLN mematikan lampu di Kota Banda Aceh menjelang buka puasa, tarwih, dan saur. Kami sangat kesal karena mereka sudah sampaikan komitmennya untuk tidak mematikan lampu. Ini namanya pembohongan publik,” sindirnya kecewa.

Lanjut dia, heran dengan sikap PLN kalau warga terlambat bayar langsung dipotong listrik tanpa ada toleransi, seenaknya saja diputuskan bahkan dikasih denda yang memberatkan. Tetapi kenapa mereka seenaknya mematikan lampu tanpa ada kompensasi apapun kepada warga. Kita sangat kecewa selaku wakil rakyat yang terus menurus rakyat dikorbankan.

“Masyarakat sekarang sudah hidup di tahun 2017 sudah masuk tahun millenium ke 3 tapi listrik saja tidak beres. Sedangkan orang lain berbicara sudah ke langit dan ke bulan, listrik saja nggak becus, aneh negara ini,” ketusnya lagi.

“Coba pikir, rakyat telat bayar langsung di denda dan diputusin seenaknya tanpa kompromi tapi PLN dengan mudah saja mematikan listrik. Gara-gara itu, berapa banyak kerugian warga misalkan peralatan elektronik yang rusak dan lain-lain. Siapa yang tanggung? Mikir!” tandas Daniel Abdul Wahab.[Red]

Baca Juga



close
Banner iklan disini