Selamat HUT LintasAtjeh.com Yang Ke - 3 , Semoga Tetap Berintegritas dan Selalu Terdepan. By : Wilson Lalengke (Ketua DPN PPWI), Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M. Eng (Ketua DPD PPWI Aceh), M. Effendi, SE (Pimred Beritalima.com), Adin (Pimred Indonesiamediacenter.com), Mukhtaruddin Pakeh, SE (Pimred Bongkarnews.com), Ihsan Yusnadi, S.Kom (Pimred Acehselatan.com), Zahrul, SH (Pimred Atjehlink.com), Said Zahirsyah (Pimred Atjehupdate.com), Edi Safaruddin, SH (Pimred Globalaceh.com), Agus Salim (Pimred Radaraceh.com), Umar Effendy (Pimred Atjehnet.com), Syaiful Anshori, A. Md, Kom (Pimred Koinrakyat.com), Irsye (Wartawan Kabarpapua.com), Anwar Risyen (Ketua DPC PPWI Aceh Utara), Eka Sahputra, SE (Ketua DPC PPWI Langsa), dr. Zulfikry, MKES (Ketua DPC PPWI Aceh Timur), Masridha, ST (Ketua DPC PPWI Aceh Selatan), Rahmat Hidayat (PPWI Aceh Barat), Yenni Muezza (PPWI Jakarta), Muzer (Wartawan Prosekutor), Azhar (Pimred Statusaceh.net, BAPANASNews), Cahyo Nugroho (DPC PPWI Tegal), Johan Yaas (Dewan Penasehat DPC PPWI Sarmi, Ketua Dewan Adat Sarmi), Max F. Werinnussa, SH (Ketua DPC PPWI Sarmi), Dara Ayuwi (PPWI Aceh), Ainuddin Chalik (CEO-Founder Keluargapedia.com), Zaki Fansurya (PPWI Padang), Sayed Zainal, M.SH (Direktur Eksekutif LembAHtari), Nasruddin (Ketua FPRM Aceh), Mustafa Kamal (Ketua LSM GEMPUR), Bambang Herman, SH (Ketua DPW PAKAR Aceh Tamiang),Sayed Mahdi, M.Si, MMA (Pimpinan Umum TamiangNews), Roby G Sinaga (Ka Biro SKN Bidik Kasus Langsa-Aceh Timur), Rafiq (Ketua LSM PANGLIMA),Sufainy Syekhy (Ketua Acheness Australia Association), Jermia Budi Susetya (PPWI Semarang), MarsonoRh (KompasTV Engineering) Denni France (PPWI Pekanbaru), Nova Indra (PPWI Padang Panjang), Dliyauddin (Pimred Kalimantanpers.com), Dedy Djumhana (Pimred Pantauterkini.com), Abdullah Matyah (Ketua LSM LCO) .

Pendidikan Solusi Tingkat Kemiskinan di Aceh

IST
DI era globalisasi dan modernisasi kehidupan masyarakat setiap hari semakin mengkhawatirkan. Tingkat pertumbuhan penduduk serta sulitnya mendapatkan pekerjaan adalah hal yang biasa terjadi di Provinsi Aceh. Masalah kemiskinan dan pengangguran adalah masalah tahunan Provinsi Aceh di era daerah otonomi hari ini. Dibutuhkan beberapa langkah cerdas dalam menanggulangi kemiskinan di Provinsi Aceh salah satunnya adalah dengan pendidikan.

Membangun Aceh menjadi provinsi yang maju dan sejahtera tidak cukup dengan hanya membangun infrastrukturnya saja. Namun lebih dari itu, membangun Aceh juga bisa dengan pendidikan kepada masyarakat. Jika hanya membangun dari infrastruktur maka masalah kemiskinan tidak akan pernah selesai karena Aceh hari ini membutuhkan cara-cara cerdas dalam mengatasi masalah kemiskinan ini.

Bicara masalah kemiskinan tentu kita tidak terlepas dari seluk beluk ekonomi. Dan pendidikan adalah cara untuk mengatur alur perekonomian dan membentuk masyarakat yang cerdas dalam mengelola ekonomi. Ketidakmerataan lapangan pekerjaan serta adannya ketimpangan sosial di tengah-tengah masyarakat menjadi hal utama yang menyebabkan tingginya tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh serta ditambah lagi kurangnya tingkat pendidikan di Aceh membuat buruk situasi Aceh hari ini. Mengingat Aceh dulunya adalah provinsi yang cukup cerdas dalam masalah pendidikan terutama pendidikan agama. Degradasi moral dan akhlak membuat Aceh hari ini sebagai provinsi yang sangat membutuhkan pendidikan dalam mengelola kehidupan daerah.

Menurut data dari badan pusat statistik (BPS) jumlah penduduk miskin di Provinsi Aceh mencapai 851.586 orang dari total seluruh penduduk Aceh. Sementara data pendidikan di Provinsi Aceh adalah rangking 25 dari 34 provinsi. Ini berarti Aceh sangat membutuhkan pendidikan, padahal dana yang dialokasikan untuk sektor pendididkan adalah menempati rangking ke-3 terbesar di Indonesia. Pembangunan sektor pendidikan ini belum merata antara kabupaten/kota di seluruh Provinsi Aceh, salah satunya kabupaten yang baru dimekarkan sehingga menyebabkan tingkat kemiskinan masyarakat di kawasan ini sangat tinggi bahkan melebihi 20% (melebihi tingkat kemiskinan yang ada di nasional 14,44 %). Oleh karena itu Aceh berada pada rangking 2 termiskin di pulau Sumatera (BPS).

Dengan demikian, maka butuh keseriusan dari pemerintah untuk memperbaiki sektor pendidikan di Provinsi Aceh yang nantinya akan bisa memperbaiki masalah kemiskinan, mengubah pola pikir msyarakat menjadi lebih baik serta memberikan fasilitas yang layak dalam dunia pendidikan Aceh adalah salah satu bentuk solusi yang ampuh untuk menurunkan angka kemiskinan yang sangat memprihatinkan ini. Salah satu mahasiswa aktif Unimal dan juga mantan duta kemiskinan, Septian Fuji Syukri, mengatakan “Kemiskinan di Provinsi Aceh bisa diatasi dengan cara peningkatan mutu pendidikan dan pengelolaan anggaran pendidikan yang baik serta meningkatkan kemauan masyarakat terhadap dunia pendidikan. Aceh itu cerdas maka butuh cara-cara yang cerdas juga dalam memecahkan masalah kemeskinan ini“.

Peran aktif masyarakat serta adanya solusi yang cerdas bisa membentuk masyarakat Aceh yang berintelektual tinggi dan masalah kemiskinan akan sendirinya teratasi. Kemiskinan adalah masalah yang lumrah terjadi maka jika kita ingin berupaya untuk mengatasi masalah ini maka tentu dngan hal yang bersifat cerdas.

Harapan penulis dan juga masyarakat adalah dengan memperhatikan dunia pendidikan serta peningkatan mutu pendidikan di Aceh maka permasalahan kemiskinan akan lambat laun teratasi dan harapan kita Aceh bisa keluar dari masa-masa sulitnya dalam mengatasi masalah kemiskinan. Sikap optimis dan pantang menyerah dalam menyelesaikan masalah ini harus di terapkan sedini mungkin sehingga Aceh akan berubah ke arah yang lebih baik sesuai dengan haapan dan cita-cita masyarakat.
    
Penulis: Muhammad Haikal (Mahasiswa Ilmu Politik FKIP Universitas Malikussaleh Lhokseumawe)

Baca Juga



close
Banner iklan disini