Cuaca Panas, Debit Air Berkurang Waspadai Penyakit


ABDYA - Cuaca panas yang melanda Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) selama tiga minggu  terakhir di bulan ramadhan mengakibatkan sejumlah sungai yang ada di wilayah  kabupaten tersebut mengalami kekurangan debit air akibatnya sejumlah areal persawahan pun terancam kekeringan.

Pantauan LintasAtjeh.com, Sabtu (17/06/2017), sejumlah air sungai yang terdapat di kecamatan yang ada dalam wilayah Abdya juga mulai terlihat berkurang seperti Krueng Babahrot, Krueng Susoh, Krueng Suak, Krueng Tangan-Tangan dan Krueng Baru ditambah sungai-sungai kecil yang terus mengalami penyusutan debit air.

"Akibat cuaca panas yang melanda selama bulan ramadhan debit air berkurang jangankan untuk mengaliri sawah, untuk digunakan mencuci pakaian sudah sangat sulit," ujar Hafsah salah seorang warga Desa Jeumpa.

Tidak hanya air sungai yang berkurang, sebutnya, tetapi sumur bor yang dimilikinya juga sudah tidak memiliki air lagi. Untung saja untuk air minum masih bisa kita dapatkan walaupun harus membeli.

Sambungnya, yang lebih menakutkan adalah debit air berkurang bantaran sungai dipenuhi banyak sampah bukan tidak mungkin penyebaran penyakit akan terjadi ke banyak orang. Tidak hanya anak-anak tetapi orang dewasapun akan ikut merasakan, itu perlu kewaspadaan untuk hal yang satu ini.

"Penyakit mulai ada memang, tetapi hanya sebatas pilek dan batuk saja. Namun walaupun itu penyakit juga tidak mungkin kita biarkan," ujarnya singkat.[ADI S]

Baca Juga