H. Muzakir Manaf: Pramuka Untuk Membumikan Al Qur'an di Aceh

ACEH SELATAN - Ketua Kwartir Pramuka  (Kwarda) Aceh, H. Muzakir Manaf membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tunas Ramadhan Gerakan Pramuka Tingkat Provinsi Aceh di Taman Pala Indah, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu malam (07/06/2017).

Muzakir Manaf menyampaikan Pramuka Aceh dituntut untuk meningkatkan pemahamannya tentang nilai-nilai Al Qur'an agar lebih baik lagi sehingga perjuangan kita untuk membumikan Al Qur'an di Aceh membuahkan hasil yang memuaskan.

"Untuk itu, saya mengucapkan selamat datang untuk adik-adik anggota Pramuka Aceh yang menjadi peserta MTQ Tunas Ramadhan tahun ini. Semoga kegiatan berlangsung sukses dalam berbagai hal, tidak hanya menguatkan nasionalisme tetapi meningkatkan iman kita kepada Allah SWT," ucapnya.

Kata Mualem -sapaan akrab-, pada era globalisasi dan kemajuan teknologi telah membuat dinamika kehidupan semakin berkembang. Namun sehebat apapun itu para manusia tetap paling utama, maka pembangunan sumberdaya manusia yang berkarakter jangan sampai kita abaikan.

"Manusia berkarakter tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tatapi juga punya kepribadian budi pekerti, iman dan taqwa yang kuat, sehingga kita sanggup menghadapi globalisasi menatap masa depan yang lebih baik," katanya.

Masih kata Mualem, Pramuka sudah memasuki 105 tahun terbukti mampu berperan sebagai lembaga pendidikan non formal, pemuda Aceh kita harapkan bisa menjadi pelopor lahirnya manusia-manusia berkualitas.

"Pramuka dalam pembinaan generasi muda perlu ditingkatkan agar dampak buruk organisasi dapat kita antisipasi, dan  mampu menjaga Aceh sebagai daerah dengan budaya Islam yang kuat," tandasnya.

Tambahnya, momentum ramadhan adalah hubungan yang terbaik untuk memperkuat pembinaan generasi muda Islam secara Kaffah dengan berbagai kegiatan Pramuka berbasis Islam. Salah satunya dengan menyelenggarakan MTQ Tunas Ramadhan melalui kegiatan MTQ ini, kita mendorong Pramuka dapat menunjukkan perannya dalam membumikan nilai-nilai Al Qur'an di Aceh.

"Sebagai anggota Pramuka sudah seharusnya kita memiliki perilaku sebagaimana diajarkan dalam Islam. Sekarang teknologi semakin canggih semua kita bisa berbuat, seperti fitnah, menjatuhkan karakter seseorang, dan juga boleh menjahannamkan negeri Aceh," tuturnya.

Mualem mengitari agar kita perlu berhati-hati sekarang dengan kecanggihan yang diciptakan oleh manusia paling tidak kita dapat menangkis hal buruk sebanyak mungkin jika itu terjadi.

"Tidak mustahil dengan kecanggihan alat elektronik pada masa ini menjadi panutan atau pelajaran untuk kita yang mana yang  benar dan salah. Kita mengingatkan saat ini kita lihat bahayanya narkoba dimana-mana sungguh. Selalu saya ingatkan karena narkoba itu apabila sudah candu tidak akan sembuh, ini salah satu pembersihan etnis secara halus.

"Pelajar tingkat SMP, SMA, Fakultas dan banyak generasi Aceh tidak boleh ada yang pakai lagi. Karena hidup di dunia hanya akan sebagai bangkai berjalan dalam keluarga, masyarakat, kampung, dan jadi buah mulut kita semua. Itulah cobaan Tuhan kepada kita di Aceh bahkan di Indonesia sekalipun,"  nasehat H. Muzakir Manaf.[FA]

Baca Juga