Putra Yatim Piatu dari Simeulue Jadi Prajurit Infanteri

ACEH BESAR - Danrindam Iskandar Muda Kolonel Inf Niko Fahrizal menutup latihan Yuddha Wastu Pramuka dan pengukuhan serta tradisi pembaretan bertempat di pantai Ujung Batee Aceh Besar, Kamis (22/06/2017).

Seusai penutupan, terlihat fenomena unik dari pandangan tajam Danrindam IM. Ia melihat seorang nenek tua yaitu Nenek Kalidah menangis dibawah tiang bendera merah putih.

Kemudian tak luput pandangan tajam Kolonel Inf Niko Fahrizal dan mendekati sembari menyapa kenapa ibu tanya  dengan ramah dan satun. Secara spontan, Nenek Kalidah memegang tangan Danrindam IM dan mengatakan sangat bangga cucunya yang bernama Prada Ilham Ali bisa jadi prajurit seperti bapak.

"Saya sangat bangga, cucu saya bisa menjadi prajurit seperti bapak. Saya sangat ikhlas cucu saya untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa," ucap nenek Kalidah sambil menangis.

Nenek Kalidah mengatakan kepada Danrindam bahwa cucunya yang baru saja resmi menjadi keluraga besar Infanteri merupakan anak yatim piatu. Ia ditinggalkan kedua orang tuanya sejak masih kecil berusia 1 tahun. Prada Ilham Ali merupakan putra kelahiran Meulaboh 15 Januari 1998.

"Sejak ditinggal kedua orang tuanya, Ilham langsung saya asuh hingga dewasa sampai tamat SMA, hingga ia menjadi seorang TNI," jelas nenek Kalidah.

Sementara itu Danrindam IM mengatakan, alhamdulillah, nenek cucunya telah jadi prajurit Infanteri. Nenek harus bangga punya cucu seperti Prada Ilham Ali, sekarang kampung cucu nenek bukan hanya di Simeulue saja tapi seluruh Indonesia dari Sabang  sampai Merauke.

"Doakan cucu nenek ini agar tetap sehat dan bisa berkarier dan menjadi prajurit yang baik dan menjadi kebanggaan keluaga masyarakat dan satuan barunya," ucap Danrindam Iskandar Muda Kolonel Inf Niko Fahrizal.[Pen IM]

Baca Juga