Aceh Besar Menanti Kerja Nyata Kolaborasi Umara dan Ulama

ACEH BESAR - Pasca pelantikan Gubernur Aceh oleh Mendagri Tjahyo Kumolo, 05 Juli 2017 lalu. Selanjutnya akan dilakukan pelantikan kepala daerah tingkat kabupaten salah satunya adalah kepala daerah Kabupaten Aceh Besar yang akan dilantik besok, Senin, 10 Juli 2017.

Usai Pilkada Serentak 2017 yang lalu, KIP Aceh Besar menetapkan pasangan Mawardy Ali-Husaini sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar yang unggul suara dari pasangan Saefuddin Yshya (Pak Cek)-Juanda.

Adapun visi dan misi dari Pasangan Putih (Mawardy Ali-Husaini) adalah:
1. Mewujudkan pelaksanaan Syariat Islam.
2. Peningkatan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.
3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang haik, bersih dan bertanggung jawab.
4. Peningkatan kwalitas dan kwantitas infrastruktur.
5. Pemberdayaan ekonomi rakyat pada sektor pertanian mukim dan dan gampong.
6. Peningkatan pelayanan dasar sektor pendidikan dan kesehatan.
7. Percepatan dalam pemerataan pembangunan masyarakat pesisir, terisolir dan tertinggal.

Terkait hal tersebut, Ketua KAMMI Aceh Besar Syahrul Aidi, S.T, mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan bupati terpilih Aceh Besar. 

"Semoga visi misinya bisa berjalan sebagaimana yang telah direncanakan. Mari kita setiap elemen masyarakat Aceh Besar bersatu dan bekerjasama untuk mewujudkan Aceh Besar yang lebih baik," ajaknya.

"Kita dari KAMMI Aceh Besar akan terus mengawal visi misi dan kinerja bupati selama 1 periode kedepan agar terus pro terhadap kesejahteraan rakyat," demikian ungkap Syahrul Aidi, S.T kepada LintasAtjeh.com, Minggu (09/07/2017).

Sementara Sekjend KAMMI Aceh Besar, Fauzan, S. Sos, mengatakan menunggu kerja nyata pasangan Bupati-Wakil Bupati Aceh Besar ini.

"Kita menanti kerja nyata kolaborasi umara dan ulama dalam membangun Aceh Besar kedepan. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, kita tahu bahwa Aceh Besar termasuk daerah yang masih perlu perbaikan pelayanan dalam segala bidang apalagi pendidikan dan kesehatan. Masih banyak anak-anak yang putus sekolah karena kurang sarana menuju kesana," ungkapnya.

Begitupun, kata dia, dengan penyalahgunaan narkoba, Aceh Besar juga termasuk daerah yang angkanya paling tinggi. 

"Bupati terpilih harus bisa menyelesaikan masalah ini, apalagi masalah ini berhubungan langsung dengan jabaran misi Mawardy untuk mewujudkan pelaksanaan syariat Islam," harap Sekjend KAMMI Aceh Besar, Fauzan, S. Sos.[Red]

Baca Juga