Di Abdya, Sekolah Unggul Pungut Biaya!

ABDYA - Sejak beberapa tahun terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Harapan Persada Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memungut biaya komite sebesar Rp.70 ribu per siswa setiap bulannya kepada seluruh peserta didik di sekolah tersebut.

“Dana tersebut dipungut sebesar Rp 70 ribu setiap bulannya dilakukan oleh pihak komite sekolah atas dasar musyawarah dan mufakat antara komite dan orang tua siswa,’ ’sebut Kepala sekolah SMAN Harapan Persada Abdya, Marzuki, Rabu (12/07/2017), di Blangpidie.

Dijelaskannya, kalau itu namanya biaya komite. Uang komite itu diputuskan oleh komite, bukan sekolah melalui rapat komite mereka membahas. Kami sekolah punya program sedangkan program kami tidak ditampung dalam Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ia mengungkapkan lagi, berhubung anggaran tidak ditampung dalam BOS, maka pihak komite mencari solusi dengan cara musyawarah dengan orangtua siswa. Mereka memutuskan bahwa anggaran untuk program itu dikutip dari siswa dan dikelola oleh komite.

“Ada perpanjangan tangan komite di sekolah untuk mengutip biaya itu selanjutnya disetor ke bendahara. Sepengetahuan saya demikian,” ungkapnya kepada wartawan saat ditanya isu pemungutan liar di sekolah tersebut.

Ia mengaku sejak dirinya menjadi Kepala SMA Harapan Persada, proses pemungutan biaya komite itu memang sudah ada sebesar Rp. 50 ribu/siswa/bulan. Namun akhir-akhir ini jumlahnya ditingkatkan menjadi Rp.70 ribu.

“Sejak saya disini memang sudah ada. Dari awal saya kemari Rp.50 ribu tapi sekarang, mulai tahun kemarin sudah Rp.70 ribu dan tahun ini komite musyawarah lagi, apakah biaya itu dinaikkan atau dihilangkan,” paparnya.

Menurut dia, penghapusan biaya komite pada sekolah ini nantinya tergantung pada anggota komite. Apakah ada program yang memang harus dibantu karena tidak masuk dalam anggaran sekolah?

"Ini sekolah unggul, dana BOS sama dengan sekolah-sekolah lain, makin banyak siswa makin banyak BOS. Siswa kita tidak banyak. Dengan uang segitu kita dituntut prestasi harus bagus, coba bayangkan bagaimana kita berbuat?" tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, memang biaya itu diperuntukkan untuk sekolah, kemudian ada juga anggaran untuk kegiatan komite. Itu terserah mereka, mungkin mereka mau melaksanakan acara dengan orangtua siswa.

"Itu terserah komite, yang jelas uang komite itu sepenuhnya dikelola oleh mereka, tidak satu rupiah pun dipegang oleh sekolah,” ungkapnya lagi.

Diakuinya, setiap ada kegiatan, biaya hasil kutipan itu dikeluarkan oleh komite termasuk didalamnya dipergunakan untuk memberikan reward kepada anak-anak berprestasi dan memberikan biaya bagi siswa-siswi yang pergi ke Banda Aceh.

“SMA Negeri Harapan Persada setiap tahunnya hanya menerima siswa baru sebanyak 90 orang. Jadi, total keseluruhan siswa SMA Harapan Persada tahun ini berjumlah 251 orang,” demikian tuturnya.[ADI S]

Baca Juga