Irsadul Aklis: Besok, Masyarakat dan Mahasiswa Simeulue Jangan Ikut Demo!

BANDA ACEH - Mahasiswa dan Masyarakat Simeulue yang ada di Banda Aceh dikabarkan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Tinggi Aceh pada Senin besok, 17 Juli 2017 terkait dugaan  ijazah palsu wakil bupati terpilih.

Aksi yang diinisiasi oleh Johan Jalla tersebut, meminta agar Gubernur Aceh menunda pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Simeulue yang akan dilantik pada 20 Juli mendatang.

Terkait aksi yang akan digelar yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Simeulue pada hari Senin besok, salah-satu mahasiswa dari Simeulue yang juga merupakan Presiden Mahasiswa STKIP BBG Banda Aceh, Irsadul Aklis menganggap hal yang tidak logis.

"Ini tidal logis jika meminta untuk menahan/menunda proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Simeulue serta menyayangkan jika mahasiswa juga ikut terlibat didalamnya," demikian katanya ke redaksi LintasAtjeh.com melalui pesan elektroniknya, Minggu (16/07/2017).

Dikatakan Irsadul, karena sifatnya jelas berbau politis. Kita ini mahasiswa yang merupakan agen perubahan dan mempunyai wawasan yang luas, jadi tahu membedakan mana yang baik dan yang benar.

"Bukan karena sesuap nasi kita sudah terbawah arus," ujar Irsadul.

Kemudian, lanjut dia, saya juga mengharapkan agar mahasiswa dan masyarakat Simeulue yang ada di Banda Aceh khususnya kepada mahasiswa Simeulue yang ada di STKIP BBG jangan ada yang ikut serta dalam aksi tersebut.

Karena, menurutnya, tidak ada yang bertanggungjawab jika terjadi sesuatu pada saudara. Kemudian kita sudah membiarkan orang-orang  yang ingin memecah belah dan memutuskan tali silaturahmi antar sesama mahasiswa dan masyarakat Simeulue.

"Jangan mau dimanfaatkan untuk kepentingan mereka, karena itu bukan impian rakyat Simeulue," tandasnya.[Rls]

Baca Juga