Kemarau Panjang, Bupati Aceh Besar Tinjau PDAM Tirta Mountala 

ACEH BESAR - Akibat kemarau melanda Aceh Besar yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, jumlah debit air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala Kabupaten Aceh Besar berkurang hingga lima puluh persen. Berkurangnya pasokan air tersebut, diakui mempengaruhi layanan kepada masyarakat yang menjadi pelanggan perusahaan milik pemerintah daerah tersebut.

Bupati Aceh Besar, Ir. Mawardi Ali, Minggu (23/07/2017), saat meninjau langsung Water Treatment Plant (WTP) Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah milik PDAM Tirta Mountala bersama Sekdakab Aceh Besar Drs. Iskandar, MSi dan Direktur PDAM Tirta Mountala Ahmad Riyaz, SE, Ak, guna melihat langsung penurunan debit air yang terjadi selama musim kemarau. Pasalnya, WTP Mata Ie ini merupakan sumber air bersih untuk melayani sebelas ribu pelanggan yang ada di Kecamatan Darul Imarah.

Bupati Mawardi Ali berharap kepada masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM Tirta Mountala untuk bersabar dan jika nanti distribusi air bersih sedikit terganggu karena debit air yang berkurang. Pengurangan debit air terjadi akiabat illegal logging, maraknya penebangan liar di sejumlah kecamatan seperti Lhoong dan Leupung. Hal itu mengakibatkan kekeringan terjadi dimana-dimana, kedepan Pemkab Aceh Besar berkomitmen untuk menghentikan berbagai aksi illegal logging tersebut.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Mountala Ahmad Riyaz, SE, Ak, mengakui berkurangnya debit air di WTP Mata Ie berpengaruh terhadap layanan pelanggan yang mencapai sebelas ribu sambungan ke rumah. Sehingga membuat pihaknya merubah sistem distribusi air, dimana hanya dengan dua pompa yang difungsikan, maka pembagian air dijadikan antara kawasan Gue Gajah Kecamatan Darul Imarah dan Ajun Kecamatan Peukan Bada. 

"Jadi pada saat normal air yang disedot mencapai 150 liter/detik dan sekarang saat kemarau hanya mampu 75 sampai 80 liter/detik. Untuk itu harus dilakukan pembagian air secara bergilir kepada pelanggan," ungkapnya.

Begitupun, sebut Ahmad Riyaz, PDAM Tirta Mountala, Aceh Besar saat ini memiliki delapan WTP masing-masing WTP Siron, Mata Ie, Lambadeuk, Samahani, Indrapuri, Montasik, Seulimuem dan Kota Jantho. Dengan jumlah pelanggan mencapai 26 ribu, dimana pembangunan WTP mengikuti konsentrasi penduduk artinya Aceh Besar dengan wilayah yang luas dan penduduknya tersebar. Tidak seperti di kota.

Selain meninjau WTP Mata Ie, kemarin dalam kunjungannya Bupati Aceh Besar juga melihat langsung kolam pemandian Mata Ie yang mengalami kekeringan. Ia berharap masyarakat bersabar dan mengerti dengan kondisi debit air yang menurun tersebut. 

"Selaku umat Islam mari kita terus berdoa kepada Allah SWT semoga dalam beberapa hari kedepan hujan turun dan tentunya musibah kekeringan ini bisa berlalu," ajak Mawardi.[DW]

Baca Juga