LPM Unimed Dorong Dodol Langkat Menjadi Produk Unggulan Daerah

LANGKAT - Kabupaten Langkat didorong menjadi sentra produk kuliner dodol di Sumatera Utara. Kondisi ini wajar apabila dilihat dari produk unggulan daerah yang ditilik dari konsistensi dan sejarah produktivitas pengrajin dodol yang ada di tanah melayu tersebut.

Hal ini terungkap pada acara pelatihan dan pendampingan serta penyerahan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) mesin pemeras santan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengrajin dodol yang ada di Desa Paya Perupuk, Kecamatan Tanjung Purayang, Sabtu (15/07/2017).

Kegiatan yang digelar langsung di lokasi usaha dodol Kelompok UPPKS Mentari dan dihadiri Pelaku UMKM Pengrajin Dodol yang aktif melakukan usaha disekitaran Desa Paya Perupuk. Selain itu, turut hadir Ketua LPM Unimed yang diwakili oleh Seketaris Muhti Hamjah, M.Si, Kepala Desa Paya Perupuk M. Yamin, Ketua PKK Desa Paya Perupuk Ibu Ernita Sari Yamin dan Ketua Program Iptek Bagi Masyarakat (IbM) Dedy Husrizalsyah.

Ketua Program IbM Dedy Husrizalsyah dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa program ini sudah berjalan sekitar 3 bulanan diawali dengan maping area, koordinasi dengan pemerintahan desa, pemberian pelatihan serta pemberian bantuan alat Teknologi Tepat Guna berupa mesin pemeras santan untuk membantu peningkatan produktivitas pengrajin dodol yang ada di Kecamatan Tanjung Pura.

"Kabupaten Langkat memiliki produk unggulan dodol pulut dengan varians rasa yang sudah dikenal masyarakat Sumatera Utara, daerah pemasaran yang strategis untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan dimana lintas jalan propinsi yang menghubungkan Propinsi Sumatera Utara dan Propinsi Aceh," ujarnya.

Sepanjang jalan lintas propinsi, kata dia, ratusan pengrajin tersebar di 3 desa yaitu Perupuk, Pematang Tengah dan Serapuh Asli merupakan sentra pengrajin dodol di Kabupaten Langkat yang memerlukan pembinaan serius dari pemerintah," cetus Dedy.

Dijelaskannya, saat ini Unimed serius untuk meningkatkan perekonomian rakyat, maka sangat diperlukan sinergisitas dari kepala daerah juga untuk membangun daerah yang punya potensi untuk dikembangkan. Apalagi analisa dari hasil maping area yang telah dilakukan bahwa pada tahun 1942 Indonesia Merdeka, dodol Langkat telah berproduksi yang dirintis oleh almarhum Bapak M. Yusri.

"Hingga saat ini, ratusan pengusaha dodol telah tersebar di Kecamatan Tanjung Pura. Ini harus didorong sebagai produk khas unggulan daerah," pungkas Dosen Fakultas Ekonomi tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Ketua LPM Unimed yang diwakili Sekretaris Muhti Hamjah, M.Si, yang mengungkapkan bahwa LPM Unimed eerius untuk membina UMKM yang ada di Sumatera Utara.

"Dalam tahun ini saja ada ratusan UMKM dan kelompok usaha masyarakat yang dibina dari awal sampai pemenuhan teknologi tepat gunanya. LPM berharap apa yang kita berikan mampu membantu usaha kecil hingga mampu bersaing pelaku usaha yang lebih mapan dengan stimulan yang telah diberikan," ungkapnya.

"Bila diibaratkan, UMKM disini seperti mendorong mobil yang siap untuk melaju maka saya punya keyakinan usaha rakyat akan punya prospek yang baik. Apalagi bila pemkab juga secara simultan mendukung baik proses administrasi izin usaha, halal, dan izin kesehatan dari Depkes. Ini akan membawa dampak yang lebih besar dari usaha rakyat tersebut," tandas Muhti.

Sementara Kepala Desa Paya Perupuk M. Yamin dalam sambutannya mengungkapkan rasa terimakasih dan bangga karena Desa Paya Perupuk mendapat perhatian dari Unimed dalam mengembangkan perekonomian masyarakat serta dapat bekerjasama dengan kampus ternama di Sumatera Utara yaitu Universitas Negeri Medan.

"Kami berharap agar kerjasama yang selama ini dijalankan dapat terus dilanjutkan pada program-program yang lain, serta Desa Paya Perupuk terus mendapatkan pembinaan dan pendampingan sebagai desa mitra sehingga dapat memberikan kontribusi positif serta peningkatan sumber daya manusia dan mampu mengelola sumberdaya yang ada secara optimal," pinta M. Yamin.[Rls]

Baca Juga