Peusaba Aceh Peringati Setahun Kudeta Turki

ACEH BESAR - Konsorsium Peusaba Aceh mengadakan peringatan dan doa 1 tahun untuk Warga Turki yang syahid dalam menyelamatkan Turki dari kudeta.

Peusaba Aceh memperingati 1 tahun kudeta Turki yang juga dikenal dengan 15 Temmuz 2016 (kudeta 15 Juli 2016), dipusatkan di Masjid Tgk. Chik Kutakarang Desa Ulee Susu, Mukim Kutakarang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Acara yang digelar Jum'at (21/07/2017), berlangsung dengan hikmat dimulai dengan doa dan diakhiri dengan foto bersama. 

Ketua Konsorsium Peusaba Mawardi Usman didampingi Sekretaris Muammar Al Farisi mengatakan acara ini dibuat sebagai tanda simpati dan dukungan masyarakat Aceh kepada warga Turki.

"Aceh memiliki sejarah ratusan tahun persaudaraan dengan Turki maka duka cita Turki adalah juga duka cita Aceh," ujar Mawardi.

Adapun tema kegiatan adalah Aceh Ngen Turki Sabee Meusyeedara (Aceh dengan Turki selalu bersaudara) yang dalam bahasa Turki adalah Sonsuza Aceh ve Türk kardeşler. 

"Dipilihnya Masjid Kutakarang sebagai tempat peringatan, mengingat Teungku Kutakarang, Ulama yang menjadi musuh besar Belanda. Teungku Kutakarang dalam kitabnya selalu memuji Raja Rum atau Raja Turki dan membahas sejarah Aceh dengan Rum, keinginannya agar Turki membantu mengusir Belanda dari Aceh," terangnya.

Teungku Kutakarang nampaknya memiliki hubungan erat dengan orang Turki yang berdiam di Aceh. Ide-idenya untuk membangun kapal laut melawan Belanda sangat mengagumkan kawan dan lawannya, namun tidak terealisasi dengan baik. 

"Teungku Kutakarang adalah ulama yang juga guru Teungku Di Tiro yang dipuji oleh kawan dan ditakuti oleh lawannya (Belanda) yang amat takut dengan Teungku ini. Belanda memanggilnya dengan penuh rasa benci juga kekaguman sebagai ulama kejam nan bengis yang haus darah para orang kafir Belanda  terkutuk musuh Tuhan Semesta Alam," pungkasnya menjelaskan.[Rls]

Baca Juga