Produksi Es Balok Berkurang di Abdya, Ini Sebabnya! 

ABDYA - Produksi es batangan (balok) untuk kebutuhan para nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berkurang akibat arus listrik yang dibutuhkan tidak maksimal karena lampu sering padam. Arus yang tidak maksimal mengakibatkan kwalitas es yang dihasilkan juga tidak memenuhi standart seperti yang diinginkan nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Abdya Mukhlis melalui Kepala UPTD Aris Gunawan kepada LintasAtjeh.com,  Selasa (25/07/2017), mengaku akibat lampu sering padam, produksi es batang jadi berkurang dan berkualitas kurang memuaskan karena kurang masak jadi es yang diproduksi banyak yang berlubang.

"Pasokan listrik yang dibutuhkan tidak mencukupi karena pihak PLN sering melakukan pemadaman lampu pada Sabtu dan Minggu dengan alasan ada perbaikan. Sehingga sangat berdampak pada kwalitas pendingin es," ujar Ari.

Selain itu, kata Ari, kebutuhan es batangan untuk nelayan setiap harinya mencapai 1200 batang. Sedangkan pabrik es yang ada sekarang hanya mampu memproduksi 600 es batang. Untuk menutupi kekurangan para nelayan terpaksa harus memasok dari Kabupaten Aceh Barat walaupun harga tinggi dan kwalitasnya sangat berbeda dengan es batang yang diproduksi di Abdya.

"Sudah produksi es batang, tapi masih belum mampu memenuhi kebutuhan nelayan ditambah lagi dengan seringnya pihak PLN melakukan pemadaman lampu. Jadi lengkap masalahnya," sebut Ari.

Untuk mengatasi kebutuhan es batang agar mendapat hasil yang maksimal, Ari berharap agar pihak PLN tidak melakukan pemadaman lampu yang berkepanjangan sehingga pabrik es batang yang ada bisa beroperasi dengan sempurna.[ADI S]

Baca Juga