Ratusan Karyawan PT KSG Terancam Diberhentikan

SIMEULUE - Sebanyak tiga ratus jiwa lebih karyawan perkebunan kelapa sawit PT. Kasama Ganda (KSG) Simeulue terancam diberhentikan dalam waktu dekat.

Hal ini terjadi akibat banyaknya buah kelapa sawit (TBS) yang tidak dapat di jual ke pabrik kelapa sawit luar Simeulue dan membusuk di lokasi perkebunan dan di pelabuhan Sinabang.

Humas PT. KSG, Tgk. Kasir kepada LintasAtjeh.com, Selasa (04/06/2017), menyampaikan bahwa 80% karyawan asal Simeulue terpaksa diberhentikan dalam waktu dekat akibat ratusan ton buah sawit tersebut tidak bisa di bawa ke pabrik luar simeulue karena larangan serta penghapusan kuota pemberangkatan khusus PT. KSG di pelabuhan Sinabang.

"Mobil pengangkut buah sawit kami tidak dapat menyeberang ke luar Simeulue sejak 21 Juli 2016 lalu karena terbitnya surat dari DPRK Simeulue tentang larangan dan penghapusan kuota penyeberangan khusus kendaraan PT KSG di pelabuhan Sinabang sehingga buah sawit tidak terjual dan membusuk," ungkap Tgk. Kasir.

"Akibat buah sawit tidak bisa menyeberang itulah yang membuat ratusan karyawan PT KSG asal pulau kita Simeulue ini diberhentikan karena perusahaan tidak ada dana untuk membayar gaji karyawan lagi sehingga para karyawan tersebut akan terlantar dan hilang lapangan pekerjaan," ujarnya.

Mendengar kabar akan diberhentikan, ratusan karyawan PT. KSG mengancam akan melakukan aksi protes dan unjuk rasa kepada DPRK Simeulue untuk meminta solusi yang adil dan bukan keputusan yang merenggut serta menghancurkan lapangan pekerjaan tempat mereka selama ini mengadu nasib.[FIR]

Baca Juga