Derita Nenek Baren di Bumi Cut Ali

RUMAH Nenek Baren jauh dari kata layak, tempat tinggalnya berukuran lebih kurang 3x4 m ini hanya berdindingkan papan dan terpal. Atap rumahnya pun ditutup dengan seng berlapiskan daun kelapa kering yang sudah mulai lapuk.

Saat hujan, ia harus rela menahan dinginnya air hujan yang menetes disela-sela lubang atap rumah yang bocor. Nek Baren tinggal di Gampong Pasieraja, Kecamatan Pasieraja, Kabupaten Aceh Selatan.

Nenek Baren tinggal di gubuk reot bersama anaknya yang mengalami kebutaan dan bisu serta tuli sejak kecil. Ditambah lagi keterbelakangan mental yang diderita sang anak.

Lihat video:
Di usianya yang sudah sangat tua  renta, Nenek Baren seharusnya hanya tinggal menikmati hidup. Namun kenyataan berbanding terbalik, hidupnya jauh dari kata sejahtera di Bumi Cut Ali yang terkenal sebagai Negeri Pala ini.

Bantuan dari pemerintah sempat Nek Baren rasakan, namun bantuan yang diberikan jauh dari kata cukup. Ia juga sempat dijanjikan rumahnya akan direnovasi, tetapi sampai saat ini janji itu tak kunjung datang.[R.A Ardy]

Baca Juga