Inilah Contoh Buruknya Pengerjaan Proyek Pembangunan Saluran di Kota Langsa

LANGSA - Buruknya hasil pengerjaan proyek-proyek di Kota Langsa banyak disebabkan oleh mutu bahan yang digunakan dan lemahnya pengawasan dari pihak konsultan pengawas dan ketegasan dari pihak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). 

Salah satu contoh pengerjaan proyek dengan menggunakan material tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan perjanjian kontrak yang tertuang dalam RAB adalah pelaksanaan proyek 'Pembangunan Saluran Induk Simpang Matang Seulimeng - Jalan Sudirman Gampong Matang Seulimeng'.

Proyek bersumber dana dari DID Tahun 2017 dengan nilai kontrak sebesar 2.159.330.000 rupiah tersebut dalam pengerjaannya menggunakan Sirtu (pasir campurkan batu), sedangkan untuk mengerjakan pekerjaan itu semestinya pihak kontraktor harus menggunakan material kerikil bersih dengan tujuan untuk mendapatkan mutu beton yang sesuai dengan RAB.

Terkait adanya penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Pengairan Dinas PU, Mulia saat dikonfirmasi LintasAtjeh.com, Selasa (08/08/2017), melalui telepon selularnya mengatakan bahwa pihak kontraktor semestinya dalam melakukan pengecoran menggunakan kerikil bersih, bukan sirtu. Ia juga telah menegur pihak kontraktor tentang perihal tersebut, tetapi pihak kontraktor tidak mengindahkan surat teguran yang sudah disampaikan.

"Kami sudah beberapa kali memberikan surat teguran kepada kontraktor itu bg, tetapi kontraktor itu bandel, jadi kami gak bisa ngomong lagi," ujar Mulia.

Dari apa yang disampaikan PPTK Bidang Pengairan Dinas PU ini menggambarkan bahwa pihak konsultan pengawas yang dibayar oleh pemerintah untuk melakukan pengawasan pelaksanaan proyek tersebut tidak menjalankan kewajibannya serta tidak memahami aturan yang sudah ditetapkan. Karena sudah menjadi tugas konsultan untuk menghentikan pekerjaan dan memberikan teguran ke pihak kontraktor jika menyalahi aturan.[Sm]

Baca Juga