Irwan Djohan Terima Kunjungan Mahasiswa Pasca Sarjana Hubei University China

BANDA ACEH - Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan, ST, menerima kunjungan Professor D2ng Chong dari Hubei University of Chemical Medicine di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China bersama empat orang mahasiswa pasca sarjana asal Aceh yang sedang menempuh pendidikan S2 di Hubei University dengan beasiswa dari pemerintah China, di Gedung DPR Aceh, Selasa (22/08/2018).

Keempat mahasiswa asal Aceh itu, Siti Aminah, Fahri Kamal, Rosmiati dan Mulia Marchi menjelaskan, dari 215 mahasiswa pasca sarjana dari Indonesia di Hubei University sedikitnya terdapat 25 orang diantaranya mahasiswa asal Aceh.

Kepada pimpinan DPR Aceh mereka mengharapkan pemerintah Aceh dapat semakin meningkatkan hubungan bilateralnya dengan China, khususnya dibidang ekspor komoditi Aceh yang pasarnya terbuka luas di China.

Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan pada kesempatan itu menuturkan, bahwa Aceh selalu membuka ruang bagi kerjasama investasi bidang industri dengan China di Aceh. 

"Beberapa investasi China telah dimulai di Aceh seperti pembangunan PLTA di Aceh Barat Daya dan pembangunan Pabrik Gula di Aceh Tengah. Kerjasama investasi yang kita inginkan harus bermanfaat dan berdampak langsung bagi peningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh," ujar Irwan.

Menurut politisi Partai NasDem ini, mulai Desember nanti sebuah perusahaan eksportir di Aceh akan mengekspor Kopi Arabica Gayo ke Guangzho, China. Harapannya ekspor kopi ke China ini dapat terus ditingkatkan pada tahun 2018 mendatang. Hingga kini hampir 75% bahan baku kopi di Starbucks telah menggunakan kopi Arabica Gayo dari Aceh Tengah.

Sementara itu, Professor D2ng Chong yang juga seorang muslim ini merasa nyaman selama kunjungannya dua hari di Kota Banda Aceh. Menurutnya ibukota provinsi Aceh ini sangat bersih, asri dan sejuk dengan masyarakatnya yang ramah.

"Semoga akan lebih banyak lagi mahasiswa asal Aceh yang tertarik menuntut ilmu ke negeri China dimasa mendatang, khususnya di Hubei University di Kota Wuhan," harap Professor D2ng Chong.[*]

Baca Juga