Miris!! Lahan Persawahan Kering di Lokasi TTG dan Waduk Matang Setui

LANGSA - Teknologi Tepat Guna (TTG) irigasi persawahan dengan cara mengunakan metode pompa air tenaga kincir Angin dan Solar Sel di Desa Matang Setui, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa yang baru dua musim tanam digunakan kondisinya sangat memprihatinkan, pasalnya TTG yang di bangun dengan dana APBK pada tahun 2016 lalu saat ini tidak berfungsi dan tidak terawat. 

Amatan LintasAtjeh.com, lahan persawahan warga disekitar lokasi TTG dan waduk yang pembangunannya baru selesai dikerjakan dengan menghabiskan dana 4,5 milyar rupiah tersebut kondisinya kering kerontang tanpa air sama sekali, beruntung petani dalam beberapa hari ini memiliki air yang cukup karena curah hujan yang tinggi.

Pembangunan TTG dari selesai pengerjaan hingga sekarang belum ada fungsi dan manfaatnya bagi para petani di wilayah tersebut. Bahkan pembuatan TTG itu terkesan membuang-buang dana APBK.

Menanggapi persoalan petani di wilayah tersebut, Rosmala Dewi, mantan Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Langsa yang sekarang  Menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) saat ditemui LintasAtjeh.com mengatakan bahwa kincir angin yang sudah selesai dibangun saat serah terima dengan kepala Desa kondisinya sangat baik dan berjalan dengan lancar. 

"Kita hanya membangun kincir angin dan solar selnya saja. Untuk sumur bornya memang sudah ada sebelumnya," ujarnya. 

Ia juga mengatakan bahwa jika saat ini ada kerusakan, diharapkan kepada masyarakat petani agar dapat memperbaikinya sendiri. Karena di Dinas tidak memiliki Anggaran untuk perawatan. 

"Meskipun tidak ada biaya perawatan, jika masyarakat meminta Dinas untuk meninjau, pihaknya  akan datang untk mencari solusi perbaikan TTG tesebut," imbuhnya. 

"Kami sangat berterima kasih dan merasa terbantu atas informasi yang diberikan serta kami berkewajiban untuk melihat dan mencari upaya perbaikan agar kebutuhan air masyarakat petani terpenuhi," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Langsa, Sofyan saat ditemui LintasAtjeh.com, Jumat (04/08/2017) di ruang kerjanya mengatakan,TTG tersebut pada dasarnya bukan usulan Dinas Pertanian Kota Langsa, namun proyek tersebut merupakan program dari Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah (BAPPEDA)  sebagai uji coba kelayakan untuk mengcover kebutuhan air bagi masyarakat pada musim tanam.[Sm]

Baca Juga