Pangda IV Minta Mualem 'Ganti' Ketua DPW PA Tamiang

Dilza Fatia
Ketua PA Aceh Tamiang
ACEH TAMIANG - Panglima Muda (Pangda) Daerah IV M. Nadir serta jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA) setempat meminta kepada Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA), Muzakir Manaf yang akrap disapa Mualem agar segera menggantikan Dilza Fatia alias Sahar sebagai Ketua DPW-PA Aceh Tamiang. Pasalnya Sahar dianggap tidak mampu bangkitkan kualitas politik di Kabupaten Aceh Tamiang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Panglima Muda (Pangda) Daerah IV, M. Nadir, kepada LintasAtjeh.com, Sabtu (26/08/2017).

Menurut M. Nadir, selama dipimpin oleh Sahar, PA Aceh Tamiang terindikasi berjalan secara asal dan tidak berlandaskan Anggaran Dasar (AD) serta Anggaran Rumah Tangga (ART) Partai Aceh, sehingga para eks kombatan GAM di wilayah tersebut terpecah belah dan tidak terurus sebagai mana mustinya.

"DPW PA Aceh Tamiang juga terindikasi tidak sehat mengelola dana partai dan hal tersebut kerap menimbulkan kegaduhan secara intern. Bahkan pengelolaan dana saat menjalankan pesta Pilkada Aceh Tamiang beberapa bulan lalu juga ditengarai tidak transparan," beber Nadir yang memiliki nama sebutan Baja. 

Oleh karenanya, kata Baja, menjelang pelaksanaan pemilihan legislatif tahun 2019 mendatang, Ketua DPW Aceh Tamiang harus dimintai pertanggung jawaban atas mandat yang telah diembannya selama ini dan diharapkan kepada Mualem agar segera mengarahkan untuk menggelar musyawarah luar biasa, lalu melakukan pemilihan ketua serta pengurus baru.

Dia menambahkan, selama menduduki jabatan Ketua DPW Aceh Tamiang, diduga kuat bahwa Sahar telah melakukan penyalahgunaan wewenangnya sebagai, oleh karenanya Sahar sangat tidak layak lagi dipertahankan sebagai pemimpin Partai Aceh di wilayah Aceh Tamiang.

Lanjutnya, Sahar terkesan sosok yang tidak mampu menyatukan para eks kombatan GAM di Kabupaten Aceh Tamiang, malah semakin hari perpecahan dalam tubuh Partai Aceh dan organisasi KPA di wilayah tersebut semakin meningkat. Ditambah lagi dengan jumlah kursi di legislatif telah berkurang, dari delapan kursi menjadi enam kursi. 

"Saya menghimbau seluruh jajaran PA/KPA Wilayah Tamiang agar segera memperkuat barisan untuk bersatu mendukung terlaksananya perubahan yang lebih baik dalam tubuh Partai Aceh (PA) Aceh Tamiang, sehingga pada pemilu legislatif tahun 2019 mendatang mampu mengembalikan marwah Partai Aceh," demikian ungkap Baja.[Zf]

Baca Juga