Pedagang Bendera Mulai Menjual Atribut Kemerdekaan di Banda Aceh

BANDA ACEH - Perayaan hari kemerdekaan Indonesia tinggal sepuluh hari lagi, sejumlah pernak-pernik bernuansa merah-putih mulai terlihat di sepanjang jalan Kota Banda Aceh. Seperti halnya di Jalan Teuku Umar Setui, tampak penjual mulai menggelar daganganya di sepanjang pelataran Tugu Putroe Phang, Senin (07/08/2017).

Pantauan LintasAtjeh.com, dagangan yang dijual mulai dari Bendera Merah Putih, umbul-umbul dan gantugan kunci. Harganya pun cukup bervariasi, bendera dengan ukuran besar dijual dengan harga Rp.30.000, sedangkan yang berukuran kecil dijual dengan harga Rp.25.000,-.

Fenomena musiman setahun sekali ini pun membawa berkah tersendiri bagi penjualnya. Pasalnya omset yang didapat dari berjualan bendera cukup membantu perekonomian mereka sehari-hari.

Tak terkecuali dengan Nurhayati, perempuan paruh baya berumur 47 tahun ini, juga memanfaatkan momen berjualan atribut perayaan Kemerdekaan Indonesia.

Sebelum berjualan atribut, pekerjaannya sehari-hari sebagai penjual kacang dan mainan anak-anak. Sudah tiga tahun Nurhayati menggeluti pekerjaan jualan atribut musiman ini, ia berjualan mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 06.00 sore.

Kalau sedang ramai pembeli, dalam sehari ia bisa mendapatkan keuntungan sampai 500 ribu rupiah. Selaku warga negara yang baik, ia juga menyampaikan ucapan HUT ke 72 Negara Indonesia atas pencapaian yang telah berhasil merebut kemerdekan Indonesia dari tangan penjajah. "Semoga Indonesia makin maju dan tetap berjaya," ungkapnya.

Ia juga berharap kepada pejabat pemerintahan kota dan juga provinsi agar memfasilitasi tempat para pedangang untuk berjualan, dengan aman tanpa ada penggusuran secara paksa.

"Dua tahun silam saya sering digusur secara paksa oleh petugas," tandasnya dengan raut wajah sedih.[RA. Ardy]

Baca Juga