Walau BPJS Aceh Tamiang Terkesan Dzalim, Nek Zahara Tidak Menangis Lagi

ACEH TAMIANG - Seluruh abdi negara, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI dan juga Polri yang masih bertugas maupun yang sudah pensiun, gaji mereka setiap bulannya dipotong otomatis secara sistem untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). BPJS adalah perusahaan asuransi yang sebelumnya dikenal sebagai PT Askes. 

Berdasarkan penjelasan dari Pasal 20, Ayat (2) UU SJSN, dijelaskan bahwa isteri dari peserta jaminan kesehatan yang gajinya setiap bulan dipotong otomatis secara sistem untuk BPJS, termasuk salah seorang yang berhak menerima manfaat jaminan kesehatan dari BPJS.

Tapi, seorang janda ABRI (TNI_red), bernama Zahara (81) yang minta rujukan untuk berobat ke RSUD Dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, karena kebutuhan obat yang dibutuhkan tidak tersedia di RSUD Aceh Tamiang, seperti jenis obat yang bernama Salofalk 500 Mg, terkesan didzalimi pihak BPJS Aceh Tamiang, karena tidak mau menandatangani dan menstempel surat rujukan yang dia minta.

Tragisnya, Kepala BPJS Aceh Tamiang, Sri Mahfuzi, ketika dihubungi berkali-kali oleh LintasAtjeh.com melalui handphonenya, Kamis (03/08/2017) kemarin, tidak diangkat sekalipun. Bahkan pesan singkat yang dikirim melalui sms juga tidak dibalas.


Anehnya lagi, saat didampingi oleh wartawan LintasAtjeh.com ke RSUD Aceh Tamiang, Jum'at (04/08/2017), pihak petugas di RSUD Aceh Tamiang mengatakan bahwa di Apotik telah tersedia obat yang dibutuhkan Nek Zahara, yakni obat yang bernama Salofalk 500 Mg.

Direktur RSUD Aceh Tamiang, Ibnu Aziz SKM, saat dikonfirmasi melalui handpone mengatakan dirinya sedang mengikuti Diklat PIM II di Banda Aceh. Terkait sudah tersedianya jenis obat yang bernama Salofalk 500 Mg, menurut Aziz karena pada Selasa, 08 Agustus 2017 besok, pihak RSUD Aceh Tamiang akan membayar hutang obat-obatan.

"Pada Selasa, tanggal 08 Agustus 2017 besok kita sudah mulai bayar hutang obat-obatan dan Insya Allah, mulai minggu depan seluruh obat sudah tersedia semuanya di Apotik RSUD Aceh Tamiang, bang," demikian kata Ibnu Aziz melalui Hp-nya.

Sedangkan Kepala BPJS Aceh Tamiang, Sri Mahfuzi, masih belum bisa dihubungi.[Zf/IA]

Baca Juga