Adlin Nur: PKI Itu Sadis dan Tak Kenal Tuhan

ACEH TAMIANG - Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda Indonesia khususnya yang tinggal di Aceh Tamiang agar selalu memahami dan tidak melupakan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Hal ini disampaikan Adlin Nur, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Tamiang pada saat siaran ekslusif di radio Birama FM, Kampung Kebun Tanah Terban BTN Karang Baru Aceh Tamiang, Selasa (26/09/2017).

Pantauan LintasAtjeh.com, siaran eklusif berdurasi 160 menit yang dipandu penyiar senior Birama FM, Ida Tiur Sinaga bertema “Pancasila Sakti” ini dilakukan berkaitan dengan momentum peringatan nasional Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober mendatang, dan sembari mengingatkan generasi muda agar tetap waspada terhadap pihak-pihak yang ingin merongrong ideologi dan kedaulatan negara.

Adlin mengatakan bahwa banyak cara untuk mengetahui dan memahami sejarah bangsa yang akan membuat generasi muda nantinya mampu menjadi penerus cita-cita perjuangan bangsa. Salah satunya adalah membaca buku-buku sejarah dan melihat atau menonton film yang berkaitan dengan sejarah bangsa Indonesia.

“Tidak ada yang salah kalau saat ini kita menonton film pemberontakan G30S/PKI, karena dengan melihat atau menonton film tersebut, kita kembali diingatkan akan sejarah Hari Kesaktian Pancasila yang lahir dan dilatarbelakangi pada peristiwa pemberontakan dan pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) sejak tahun 1948 dalam upaya merubah ideologi bangsa," kata Adlin.

Selain itu, Adlin juga mengingatkan agar 4 (empat) konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara harus selalu tertanam dalam jiwa generasi muda. Pancasila sebagai ideologi negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan/falsafah bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, harus terimplementasi dan menjadi pedoman yang kuat bagi generasi muda sebagai penerus perjuangan cita-cita pendiri bangsa agar tidak mudah terprovokasi dan terpropaganda dari pihak-pihak yang ingin memecah belah dan menghancurkan kedaulatan negara.

“Kemerdekaan Indonesia ini bukan hadiah dari bangsa lain, tapi direbut dan diraih berkat perjuangan para pahlawan dan syuhada kita terdahulu dengan mengorbankan harta, tenaga, darah, bahkan nyawanya," terangnya.

"Untuk itu sebagai generasi penerus, kita harus mampu menghargai dan mempertahankan, serta meneruskan cita-cita perjuangan pahlawan dan syuhada terdahulu,” tambahnya.

Diakhir siaran Adlin menghimbau generasi muda untuk selalu waspada terhadap penyebaran paham sesat dan ideologi komunisme yang tengah viral ditengah-tengah masyarakat saat ini. Komunisme bukan hanya mengancam Pancasila sebagai ideologi negara, namun juga mengancam tatanan kehidupan beragama.

“PKI itu sadis dan tak pernah menganggap Tuhan itu ada, jadi wajar saja kalau mereka punya pemikiran bahwa dosa manusia adalah tugas dan kewajiban mereka untuk menghitung serta membalasnya," ingatnya. 

"Bagi kita bangsa Indonesia dan berideologi Pancasila yang percaya akan Tuhan seyogyanya harus selalu mengingat kesalahan yang telah diperbuat dan berusaha bertaubat serta berupaya memperbaiki diri melakukan hal-hal yang lebih baik di masa yang akan datang,” pungkasnya.[Red]

Baca Juga