Anggota DPRK Banda Aceh Usir Wartawan Saat Meliput

AK Jailani
BANDA ACEH - Anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi NasDem Abdul Rafur mengusir photografer media online Acehimage.com, AK Jailani saat meliput sidang paripurna, Jumat (08/09/2017) pagi. Sidang paripurna itu mengagendakan penyampaian, penjelasan dan penyerahan rancangan qanun tentang perubahan APBK Banda Aceh Tahun anggaran 2017. 

AK Jailani yang selama ini fokus meliput di DPRK, berinisitif meninggalkan ruangan sidang paripurna DPRK Banda Aceh usai mendengar kata-kata yang tidak pantas dari oknum anggota dewan.

"Interupsi ketua, interupsi ketua, tolong AK Jailani keluar dari ruangan ini. Mana Satpam, keluarkan dia," ujar AK meniru kalimat pengusiran dari Abdul Rafur.

Saat diwawancarai sejumlah wartawan, AK mengaku tidak tahu pasti kenapa anggota DPRK atas nama Abdul Rafur itu mengusirnya. Padahal kata Ketua Ikatan Jurnalis Aceh (IJA) itu, sidang paripurna itu berlangsung terbuka untuk umum, dan boleh diliput oleh media.

"Tiba-tiba dia interupsi, meminta Satpam mengusir saya. Saya sendiri tidak paham kenapa dia meminta saya diusir, padahal saya merasa tidak punya masalah apapun dengan yang bersangkutan, dan itu bukan rapat tertutup," lanjut AK Jailani yang telah 10 tahun lebih berprofesi sebagai jurnalis itu.

Menurutnya lagi, jurnalis dalam meliput dilindungi oleh undang-undang. Namun demikian AK belum berencana untuk melaporkan yang bersangkutan kepada pihak berwajib.

"Belum rencana, meskipun tadi sejumlah teman-teman dari organisasi juga menelepon saya agar ini tidak didiamkan, karena dikhawatirkan juga akan menimpa wartawan lain. Saya berharap agar ini tidak terulang. dan seharusnya anggota dewan menghormati kerja-kerja wartawan," kata AK Jailani.

Dikatakannya lagi, ia berharap agar partai tempat Gafur bernaung menegur yang bersangkutan, karena sikap tersebut juga akan berdampak pada rasa semakin tidak percaya masyarakat terhadap partai tersebut.

AK pun mengaku heran, karena hampir tiga tahun terkahir meliput di DPRK, ia mengaku tidak pernah melihat anggota DPRK tersebut bicara atau melakukan interupsi.

"Saya bukan periode ini saja meliput di DPRK ini, tapi dari periode-periode sebelumnya. Tapi baru kali ini diusir dengan alasan tidak jelas. Kalau saya melihat sepertinya dia sedang cari muka dari Walikota Banda Aceh," tutup AK Jailani seraya berharap masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih anggota DPRK kedepan.[Red]

Baca Juga