DPD PAN Aceh Tamiang Dukung TNI Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI

ACEH TAMIANG - Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Aceh Tamiang mendukung acara nonton bareng (nobar) pemutaran Film Pengkhianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) yang digelar Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Bahkan, pada pembukaan acara pertemuan anggota legislatif tingkat nasional, Kamis (21/09/2017) malam kemarin, DPP PAN juga turut menggelar acara nonton bareng Film Pengkhianatan G30S/PKI, di Hotel Mercure Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, turut menghadiri acara tersebut. 

Demikian disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Aceh Tamiang, Juanda SIP, melalui pesan WhatsApp (WA) kepada LintasAtjeh.com, Senin (25/09/2017).

Juanda menegaskan, alasan utama menyetujui acara nonton bersama pemutaran film tersebut karena masyarakat, khususnya para generasi muda di negeri ini harus mengetahui tentang kejahatan dan kebengisan PKI yang berupaya menggantikan ideologi kebangsaan Indonesia. Waktu itu PKI sangat berperilaku semena-mena, bahkan berani menginjak, dan membakar Kitab Suci Umat Islam, Al-Qur'an. 

Selain itu, Juanda juga menyampaikan bahwa PKI tidak segan-segan melakukan penyiksaan dan pembantaian terhadap para Ulama Agama Islam, Perwira Tinggi TNI, santri, aktivis serta para tokoh masyarakat yang tidak mendukung penyebaran paham komunis di persada nusantara Indonesia.

Dia menambahkan, pada acara nonton bareng di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (21/09/2017) malam kemarin, Ketua DPP PAN, Zulkifli Hasan mengatakan, acara nonton bareng Film Pengkhianatan G30S/PKI sebagai salah satu langkah untuk mempelajari sejarah kelam Bangsa Indonesia, sehingga semua pihak, khususnya para generasi muda mengetahui/paham bahwa ideologi komunis tidak dibenarkan di Indonesia dan sudah kalah di mana-mana.

Sedangkan, Ketua Dewan Kehormatan, sekaligus Pendiri PAN, yang juga tokoh reformasi, Amien Rais, bercerita soal pengalaman masa lalunya saat berhadapan dengan PKI tahun 1965/1966. Amien mengatakan PKI pada masa itu memang kejam karena membantai para pahlawan yang telah membela tanah air.

"Intinya, kita mendukung acara nonton bareng Film Pengkhianatan G30S/PKI karena bertujuan untuk mengetahui informasi histori perjalanan bangsa kita, Indonesia. Sebagaimana pesan Presiden Indonesia yang pertama, Sukarno, yakni jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (Jasmerah)," jelas Juanda SIP.[Zf]

Baca Juga