LintasAtjeh.com Menginspirasi, Mengedukasi dan Mencerdaskan Generasi Anti Hoax.

Dulu Pase Raya Sekarang Pemkot, Ada Apa?

ACEH TIMUR - Wacana Pemekaran Kabupaten Pase Raya menjadi pembicaraan hangat dalam masyarakat di wilayah barat Kabupaten Aceh Timur. Gagasan Pemekaran Kabupaten Pase Raya tersebut yang pernah dilakukan musyawarah bersama Sebelumnya pada hari Rabu (26/07/2017) sekira pukul 14.00 WIB, dengan tema acara Rapat Konsolidasi Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pase Raya di Aula Kecamatan Tanah Jambo Aye. Dalam Rapat Konsolidasi Pembentukan Panitia Daerah Otonomi Baru (DOB) tersebut dihadiri ratusan tokoh masyarakat dari delapan kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara.

"Para tokoh yang hadir sangat mendukung wacana Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pase Raya karena melibatkan semua elemen. Alur kerjanya sangat jejas dan tidak dipolitiskan," kata Samsul Bahri yang dikenal dengan sebutan Abu Nawah, mantan Wakil Panglima Daerah II Simpang Ulim, kepada wartawan di sebuah kafe di perbatasan Kabupaten Aceh Utara-Aceh Timur, Sabtu (02/09/2017).

Abu Nawah menambahkan, baru dua bulan nama Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pase Raya sudah berubah menjadi Pemkot Pantonlabu. "Ada apa?" tanya Abu Nawah heran.

Yang timbul tanda tanya kami lagi, kata dia, Tim Kerja Pase Raya yang berasal dari Tim Pemenangan Gubernur Irwandi Irwandi-Nova dikeluarkan dari tim tersebut yang telah terpilih disaat musyawarah bersama sebelumnya pada hari Rabu (26/07/2017) lalu.

"Saya selaku pendukung pemekaran Kabupaten Pase Raya sangat menyesalakan sikap panitia yang memanfaatkan isu Pase Raya. Apalagi nama sekretariat masih Pase Raya yang terletak di dalam Kecamatan Madat," jelasnya.

Dikatakannya lagi, kami mohon jangan lagi membohongi piblik. Apabila ingin menjadi Pemkot Pantonlabu, bubarkan dulu Panitia Pase Raya, jangan pandai bersorak-sorak di media.

"Bubarkan Tim Pase Raya seperti di hari sebelumnya. Anehnya lagi mengapa kesekretariatannya masih di Aceh Timur dan masih bernama Pase Raya. Apakah di Aceh Utara mereka tidak diterima kesekretariatannya," tutup Abu Nawah.[Red]

Baca Juga