Ini Komentar Abdul Rafur Terkait  Wartawan Bernama AK Jailani

BANDA ACEH - Abdul Rafur Anggota DPRK Banda Aceh Fraksi NasDem, membenarkan bahwa dia mengusir AK Jailani dari Sidang Paripurna DPRK Banda Aceh pagi tadi, Jumat (08/09/2017) pagi.

Pangkal persoalan adalah kritik yang pernah dilemparkan AK Jailani melalui akun facebooknya baru-baru ini. Tulisan itu menyasar kepemimpinan Walikota Aminullah Usman, AK dalam kritiknya mengatakan bahwa kepemimpinan Aminullah terkesan otoriter.

(Baca: Anggota DPRK Banda Aceh Usir Wartawan saat Meliput)

Ini berkaitan dengan tindakan tegas petugas dari Pemko Banda Aceh yang menyegel dua unit usaha refleksi di Banda Aceh.

Abdul Rafur, kepada LintasAtjeh.com via telepon mengatakan, AK Jailani bukan dalam kapasitasnya sebagai jurnalis pewarta foto.

(Baca juga: Ketua PWI Aceh Sesalkan Pengusiran Wartawan oleh Anggota DPRK Banda Aceh)

"Dia itu bekerja disini, DPRK Kota Banda Aceh dan disini ada partai koalisi pendukung Walikota Banda Aceh Aminullah Usman dan Zainal Arifin," katanya, Jumat (08/09/2017).

Seharusnya, kata Abdul Rafur, AK Jailani itu jangan memfitnah walikota. Terkecuali jika AK Jailani bukan kontrak di DPRK silakan kritik.

Permintaan dalam paripurna itu ditujukan dalam kapasitas AK Jailani sebagai tenaga kontrak di DPRK Banda Aceh.

"Dia digaji di sini, kontrak dia di sini, dan kerja dia disini," katanya.

Namun jika AK Jailani sepenuhnya bekerja dalam kapasitas jurnalistik, kata Rafur, dia tentu tak akan mengusirnya.

"Jika memang dalam kapasitasnya sebagai wartawan profesional, secara terus menerus melakukan kerja-kerja jurnalistik, kami tak persoalkan dikritik. Karena itu memang tugasnya," ungkapnya.[DW]

Baca Juga