Muammar: 148 Koperasi di Abdya Tidak Aktif Lagi

ABDYA - Sebanyak 148 koperasi yang tersebar di berbagai daerah dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam dibubarkan karena tidak aktif lagi.

Hal tersebut dikatakan Kabid Koperasi pada Dinas Perindagkop Abdya, Muammar Asmady kepada LintasAtjeh.com, Kamis (14/09/2017) usai menggelar pelatihan manajemen keuangan bagi pengurus dan pengawas koperasi di Blangpidie.

Disebutkan Muammar, banyak koperasi yang terancam dibubarkan disebabkan oleh usaha koperasi yang tidak aktif, tidak melakukan rapat tahunan, pengurus yang tidak ada lagi, alamat serta kantor yang tidak jelas dan penyebab lainnya.

"Di Kabupaten Abdya ada 148 koperasi yang sudah tidak aktif lagi dan itu terancam dibubarkan sesuai dengan peraturan yang ada sekarang," sebut Muammar.

Disamping itu, lanjutnya, untuk mengetahui koperasi tersebut aktif dan tidaknya, dapat diketahui melalui sistem online. Karena setiap koperasi harus divalidasi datanya supaya bisa mengakses data NIK dan sertifikat koperasi.

"Untuk memperoleh NIK dan sertifikat koperasi, paling tidak koperasi tersebut harus melakukan rapat tahunan, pengurus dan alamat kantor jelas dan usaha aktif. JAika itu semua tidak ada dipastikan koperasi akan  segera dibubarkan," tegas Muammar.

Untuk itu, katanya, jangan membentuk koperasi hanya untuk kebutuhan sesaat. Semangatnya hanya untuk mengakses bantuan saja, setelah bantuan dapat hilang begitu saja. Apalagi koperasi yang tidak mendapat bantuan sama sekali memang tambah tidak jelas.

Sambung Muammar lagi, dari ratusan koperasi yang ada di Kabupaten Abdya hanya 43 koperasi yang aktif dan memiliki pengurus serta alamat jelas, selebihnya perlu dipertanyakan keberadaannya.

"Saat ini hanya 18 koperasi saja di daerah kita yang bisa diakses serta mengusulkan NIK dan sertifikat nyakni 12 koperasi pegawai (KPRI), 3 koperasi perikanan dan nelayan (KPN) dan 3 koperasi serba usaha (KSU)," demikian jelas Muammar.[ADI S]

Baca Juga