Ssstt!! Ada Dua Kamar Super VIP RSUD Langsa Khusus Untuk Pejabat

LANGSA - Bentuk kekecewaan terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa dalam penyediaan ruang inap bagi pasien diungkapkan Rezky Bardi (31), warga Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa pada saat berobat ke rumah sakit tersebut, Rabu (06/09/2017).

"Kami sangat kecewa atas pelayanan yang diberikan oleh pihak RSUD Langsa, mentang-mentang bukan pejabat tidak diberikan kamar," tegas Rezky saat ditemui LintasAtjeh.com di kediamannya.

Rezky menceritakan, berawal ketika dirinya mengalami sakit perut dan rasa sesak disertai muntah-muntah. Dan pada saat itu di IGD RSUD Langsa dilayani dengan para perawat.

"Perawat menyatakan bahwa tidak ada kamar kosong dan disarankan agar digeser ke RS lainnya," terang Rezky.

Dalam kondisi lemas, lanjutnya, saya panggil seorang dokter dan perawatnya sambil mengatakan 'yakin super VIP kosong? Kalau saya suruh orang melihat kesana dan ada yang kosong bagaimana?

"Setelah saya bertanya begitu, mereka pun lihat-lihatan dan akhirnya pergi sebentar untuk berembuk. Kemudian perawat bilang ke saya bahwa dia harus koordinasi ke dokter, dia tidak mengerti masalah kebijakan dan perawat datang menghampiri dan menyatakan ada kosong dua kamar tapi khusus pejabat," kisahnya.

Mendengar jawaban dari perawat tersebut, Rezky merasa kecewa karena ruangan Super VIP yang kosong itu ternyata dipersiapkan hanya untuk seorang pejabat. Jadi, masyarakat yang bukan pejabat pemerintah tidak ada hak untuk dirawat di ruangan ini.

"Pejabat yang belum sakit sudah ada kamar kosong, namun bagi masyarakat jelata tidak ada kamar kosong," lirih Rezky.

Karena diperlakukan demikian, akhirnya Rezky kembali kerumah dengan sedikit mengerutu sembari berharap kepada pihak anggota dewan dapat menyikapi persoalan warga dan memberi eksen pada pihak RSUD Langsa.

Sementara itu, Wadir Bidang Pelayanan RSUD Langsa, Samsul Bahri saat dikomfirmasi LintasAtjeh.com via telepon seluler membantah keras tudingan pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak RSUD Langsa.

"Tidak pernah kita beda-bedakan pasien, semua pasien mendapat perlakuan yang sama, baik masyarakat biasa maupun pejabat, semua sama untuk memperoleh tindakan medis dengan baik," tegas Samsul.

Tetapi samsul mengakui bahwa ada beberapa kamar sebagai safety bagi para pejabat, dimana bila ada pejabat setempat maupun luar yang datang dan tiba-tiba mengalami sakit.

"Memang ada kamar kosong kita sediakan untuk para pejabat," akunya.

"Kendati demikian, semuanya bisa dikoordinasikan dengan baik dan semua berhak atas tindakan darurat medis," pungkasnya.[Sm]

Baca Juga