Danrem Teuku Umar Terima Empat Pucuk Senjata Api dari Mantan Kombatan GAM

ACEH BARAT -  Komando Resort Militer (Korem) 012/Teuku Umar menerima 4 pucuk senjata api organik dari Babinsa Kodim 0105/Aceh Barat dan Babinsa Kodim 0107/Aceh Selatan yang diperoleh dari mantan kombatan GAM. Penyerahan senjata diterima langsung oleh Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Inf Nefra Firdaus, S.E., M.M., terdiri dari 1 pucuk AK 56, 1 pucuk SS1 V5, 1 pucuk SS1 V1, 1 pucuk Colt AR 15, 4 magasen, 35 butir munisi berbagai jenis dan 1 buah tali sandang, bertempat di Ruang Yudha Makorem 012/TU, Sabtu (07/10/2017).

Keberadaan senjata api ilegal tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima para Babinsa saat melaksanakan silaturahmi dalam rangka Operasi Teritorial TNI. Dari informasi tersebut, personel Kodim segera melaksanakan pendalaman untuk memastikan keberadaan senjata dimaksud. Setelah dipastikan, selanjutnya dilaksanakan pendekatan persuasif agar masyarakat tersebut mau menyerahkan senjata api.

Danrem 012/TU dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa senjata yang diserahkan atas kesadaran pemiliknya, tidak ada unsur paksaan atau unsur lain dalam penyerahan senjata itu. Senjata yang diserahkan adalah milik pribadi peninggalan masa konflik Aceh dan tidak pernah digunakan untuk kejahatan atau perbuatan kriminal lain oleh yang bersangkutan.

"Karena kepemilikan senjata api illegal dilarang berdasarkan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," ucapnya.

Danrem juga menyampaikan keberhasilan dalam pelaksanaan tugas operasi teritorial oleh Babinsa di wilayah Kodim jajaran Korem 012/TU didapatkan melalui penggalangan kepada masyarakat dengan cara melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial. 

Disampaikan juga, kata Danrem, bahwa Kodim dalam menangani permasalahan di wilayahnya harus lebih memprioritaskan pendekatan kesejahteraan dibandingkan pendekatan keamanan serta membantu Kepolisian dalam hal penegakan hukum di wilayah Provinsi Aceh khususnya di wilayah Korem 012/TU.

Dijelaskan lagi, usaha-usaha dalam rangka menyadarkan saudara-saudara kita yang masih berbeda paham terus dilakukan melalui pendekatan-pendekatan dan bekerjasama dengan para tokoh-tokoh yang berada di suatu wilayah dengan cara mendekati serta membujuk secara persuasif agar mereka mau menyerahkan senjata sisa-sisa konflik kepada TNI/Polri.

"Tentunya bersama-sama dengan masyarakat yang lainnya untuk ikut berkontribusi membangun Aceh agar tercipta Aceh yang damai, aman dan sejahtera," ajak Danrem Teuku Umar.

Proses penyerahan senjata api tersebut disaksikan oleh para Dandim dan Danyonif jajaran Korem 012/TU, para Kasi/Pasi Korem 012/TU, para Komandan Satuan Dinas Jawatan Korem 012/TU dan Wadantim Intel Korem 012/Teuku Umar.[Red]

Baca Juga