Ini Kata Aktivis Nizar Dahlan Soal Prabowo Subianto, Mengejutkan!

JAKARTA - Prabowo Subianto adalah pendiri Partai Gerindra pasca Reformasi 1998. PS disebut-sebut sebagai kandidat kuat Presiden RI 2019. Prabowo Subianto pantas menyandang predikat itu sebagai penyelamat bangsa dengan patriotisme yang diilhami dari mental prajurit yang ditempa secara berjenjang selama dinas di dunia militer. 

Hal itu dikatakan Dr. H. M. Nizar Dahlan, M.Si, mantan Anggota DPR RI periode 2004-2009 saat berbincang-bincang dengan wartawan di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Nizar mengisahkan, Prabowo Subianto semenjak masih jadi Taruna AKABRI, auranya sudah memperlihatkan akan jadi pemimpin masa depan. Dengan teman-teman sejawatnya, Prabowo Subianto berhasil membuat AKABRI menjadi ijo royo-royo sehingga menjadi perhatian Presiden Soeharto waktu itu.

"Saya teringat ketika masih kuliah di ITB Bandung tahun 1974, ketika Prabowo Subianto sudah menyelesaikan pendidikan AKABRI, terjadi suatu musibah terhadap tokoh-tokoh DDII yang waktu itu dipimpin oleh Almukarram Dr. Moh. Natsir mantan Perdana Menteri Pertama RI ketika mengadakan Rapat Dewan Dakwah Islam Indonesia di Kuningan Jawa Barat ditangkap oleh tentara dengan tuduhan mau mendirikan Negara Islam," kisahnya.

Padahal, kata dia, itu hanya semacam fitnah yang diembuskan oleh mereka yang tidak suka dengan Pak Natsir dan tokoh-tokoh Islam lainnya seperti Yunan Nasution, Syafruddin Prawiranegara dll. Kami mahasiswa Bandung mendapat kabar, waktu itu langsung berangkat ke Jakarta untuk menemui Prabowo Subianto.

Dalam pertemuan dengan pak Prabowo Subianto, saya mengatakan "Mas Prabowo, sampeyan kenal gak sama Pak Natsir mantan Perdana Menteri Indonesia?".

"Saya kenal baik, beliau adalah teman bapak saya," demikian Nizar menirukan jawaban Prabowo waktu itu.

"Memang kenapa?" tanya Prabowo 

Saya terangkan bahwa Dewan Dakwah Islam Indonesia sedang mengadakan rapat di Kuningan dituduh melakukan rapat gelap mau mendirikan negara Islam, padahal tuduhan itu tidak benar. "Tolong sampeyan bebaskan orang tua kita itu dengan yang lain-lainnya," kata saya.

"Baik. Kalian pulang ke Bandung, biar saya yang mengurusnya," kata Prabowo yang ditirukan Nizar.

Lanjut Nizar, besoknya kami dapat kabar bahwa Pak Natsir beserta tokoh-tokoh ulama yang lain dibebaskan.

"Alhamdulillah, berkat Prabowo Subianto tokoh tokoh tersebut dibebaskan," kenangnya.

Dulu, di Jalan Dempo, saya sering ikut diskusi dengan Pak Prabowo Subianto. Kadang- kadang di Kartanegara dengan ayahanda Pak Prabowo Subianto. Pak Ci panggilan Soemitro Djojohadikoesoemo seorang begawan ekonomi Indonesia.

Prabowo Subianto, lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951. Jiwa patriotnya adalah berasal dari ayahnya yang selalu menanamkan prinsip-prinsip semangat juang kepadanya. "Prabowo itu pengagum Panglima Jendral Sudirman," jelas Nizar.

"Menjelang usianya yang ke 66, kita harapkan Pak Prabowo Subianto kembali maju untuk calon Presiden RI," jelas aktivis tahun 1977/1978 ini.

Menurutnya, tidak ada kata pantang menyerah sebelum kemenangan berada di tangan. Itulah motto perjuangan Prabowo Subianto.

"Selamat Ulang Tahun ke 66. Semoga panjang umur, bangsa ini membutuhkanmu untuk membawa rakyat Indonesia agar memiliki kedaulatan yang hakiki, membawa rakyat Indonesia yang multi kultur ini kearah yang lebih baik. Salam Perjuangan," kata Nizar yang juga Wakil Ketua Umum Rumah Prabowo 2019 ini menutup perbincangan.[*]

Baca Juga