Luar Biasa! Komunitas My Dream Indonesia Menembus Pedalaman Papua Hanya Untuk Ini

PAPUA - Komunitas My Dream Indonesia harus menembus medan yang berat dan terisolasi untuk menjangkau anak-anak wajib belajar dan menyalurkan sejumlah bantuan yang tersebar di 9 distrik di Kabupaten Memberamo Raya, Papua. 

Meski menghadapi medan yang berat namun itu bukan halangan. Ini sebagai wujud respon cepat My Dream Indonesia yang telah menggalang dana dari berbagai profesi berhasil memberikan bantuan berupa buku tulis, alat edukasi, seragam sekolah, alat olah raga, pakaian baru dan layak pakai. Kemudian meja belajar, kitab suci dan buku rohani, obat-obatan dan vitamin serta susu untuk asupan gizi anak-anak sekolah. 

Tim Relawan Memberamo Raya juga menyumbang mie instan, biskuit dan bubur kacang hijau untuk tambahan asupan gizi sehingga baksos benar-benar bermanfaat.

Pasalnya, selama ini, kondisi kemahalan dan terisolasi menjadikan anak-anak sekolah belajar dengan memprihatinkan. Usia wajib belajar yang terlambat, gedung sekolah yang tidak layak, sarana belajar yang minus dan tenaga pengajar yang sangat terbatas. Tragisnya siswa sekolah yang hanya bertemu dengan gurunya saat ujian dan menciptakan lulusan SD tidak lancar membaca dan menulis.

Keceriaan luar biasa anak-anak sekolah menerima langsung bantuan My Dream Indonesia di komplek-komplek kampung dan distrik pedalaman seperti Distrik Memberamo Tengah, Rofaer, Kustra, Tengah Timur dan Benuki.

Kepala Suku Kawera Pioneri Kosonaweja Disrik Memberamo Tengah, Barnabas Tawam mengucapkan rasa terimakasih kepada My Dream Indonesia.

"Terima kasih anak-anak Tuhan yang baik, yang membantu anak cucu saya bantuan alat sekolah, seragam, baju dan susu. Biar anak-anak ini bisa belajar dan menulis dengan baik, masyarakat ikut senang. Terima kasih My Dream Indonesia, Tuhan memberkati. Hormat bapak buat semua relawan," tuturnya.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Paulus Ekia selaku Guru Honorer di Kampung Fona Distrik Rofaer didampingi Benny Aswa Sekretaris Kampung Noyadi Distrik Kustra, Mesakh Ale dari Relawan Buta Huruf dan Filemon Dima selaku tokoh dari Suku Bauzi Kampung Noyadi Distrik Kustra, Dina Yoku Pengasuh Anak Sekolah Minggu Gereja GKI Petra Kampung Anggreso Distrik Memberamo Tengah yang menyelenggarakan program baca tulis untuk pemberantasan buta aksara.

My Dream Indonesia juga menyalurkan bantuannya untuk memberikan susu kepada ibu-ibu hamil, balita dan baju layak pakai di komplek-komplek distrik yang berada di sekitar Distrik Memberamo Tengah sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Memberamo Raya.

Dalam misi sosial ini, Tim Pendistribusian Bantuan My Dream Indonesia juga memiliki pengalaman luar biasa. Bukan hanya faktor kemahalan BBM dan biaya transportasi tetapi kelangkaan BBM dipengaruhi oleh kapal yang terlambat datang, meski demikian proses pendistribusian berlangsung lancar. Adapun pendistribusian bantuan dari My Dream Indonesia ditangani oleh Tim Relawan Memberamo Tengah yang terdiri dari berbagai kalangan seperti Barnabas Tawam Kepala Suku Kawera, Dila Tawam Tokoh Perempuan Memberamo Raya, Aldo Doromi Tokoh Pemuda Distrik Memberamo Tengah, Apolos Mobilala Pegawai Bank Papua dan Dina Yoku dari GKI Petra Anggreso, Ken Laras jurnalis PPWI.[*]

Baca Juga