Marak Prostitusi online di Aceh, Pemuda Bireuen di Medan Angkat Bicara

MEDAN - Bumi serambi mekkah seakan diguncang kesuciannya, kenapa tidak? Beberapa hari belakangan ini dihebohkan dengan skandal prostitusi online yang terungkap oleh Kepolisian Resort Kota Banda Aceh. 

Seperti yang diketahui, prostitusi online ini ditengarai oleh seorang mucikari atau germo dengan inisial AN. Saat itu pelaku (AN) sedang mengantarkan dua orang teman wanitanya yang berinisial NS (23) dan ME (23) ke pelanggan di salah satu hotel di Banda Aceh.

Rahmat Asri Sufa, pemuda Bireuen di Medan menanggapi maraknya prostitusi di Aceh melalui pesan whatsapp mesenger kepada LintasAtjeh.com, Selasa (24/10/2017).


"Hari ini hati saya seakan terguncang, slogan Aceh sebagai satu-satunya pelaksana syariat Islam di Indonesia sudah mulai luntur. Saya sangat mendukung pihak kepolisian yang berani serta komitmen untuk memberantas prostitusi online maupun manual," sebut Rahmat, Mahasiswa Pendidikan Islam Pascasarjana Program Magister UIN Sumut.

Kami pemuda sebagai mitra kepolisian, lanjut Sekbid Litbang DPP IPTR Sumut, untuk benar-benar mengawal skandal bejat ini. Saya rasa prostitusi online ini sudah setingkat lebih maju dari biasanya, hanya bermodalkan aplikasi atau medsos bisa menjaring pria hidung belang.

"Kebutuhan jasmaniah bahkan kebutuhan nafsiah menjadi faktor utama wanita terjerat dalam kasus prostitusi. Semoga dengan terungkapnya kasus ini, tidak akan ada lagi kasus serupa di kemudian hari," harap Ka.komp External HIPMI PT Aceh ini.[*]

Baca Juga