Milad IPPAT ke-56, Pengurus Gelar Diskusi Pembangunan Pariwisata Aceh Timur

BANDA ACEH - Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) Banda Aceh, mengadakan silaturrahmi dan diskusi pembangunan Aceh Timur melalui sektor pariwisata. Kegiatan yang disusun dalam bentuk diskusi interaktif tersebut berhasil melahirkan beberapa rekomendasi terkait pembangunan Aceh Timur kedepan.

Dalam acara yang bertemakan sinergitas dan akselerasi pariwisata demi pembangunan Aceh Timur, fokus menuju perekonomian daerah yang berkualitas, aman, mandiri dan sejahtera.

Acara dihadiri oleh berbagai elemen pemuda dan mahasiswa, diantaranya Duta Wisata Kabupaten Aceh Timur tahun 2017, Pengurus Asrama Putra IPPAT, Asrama Putri IPPAT Banda Aceh, IKMIR, IPM-NUSDA, IPEMADA, IKMAS, IKAMIM dan Pengurus IPPEMRA.

Diskusi interaktif tersebut dilaksanakan di Three In One Coffee Banda Aceh, Jum'at (13/10/2017), dipandu oleh salah satu narasumber Sopian, S.Pd (Presiden Gerakan Mahasiswa Aceh) dan juga sebagai Steering Committee IPPAT Banda Aceh.

Koordinator kegiatan, Nahdian Al Khadafi menyebutkan, silaturrahmi dan diskusi pembangunan Aceh Timur melalui sektor pariwisata bertujuan untuk mempersatukan semua tokoh pemuda dan mahasiswa Aceh Timur.

"Intinya untuk menciptakan sinergitas dan akselerasi pariwisata demi pembangunan Aceh Timur yang fokus menuju perekonomian daerah yang berkualitas, aman, mandiri dan sejahtera," jelasnya.

Selanjutnya, Abdul Muthalib, ST, selaku Ketua Umum IPPAT Banda Aceh, dalam sambutannya meminta pemuda dan mahasiswa Aceh Timur harus solid dan terus mendukung pariwisata sebagai wujud pembangunan Aceh Timur di masa yang akan datang.

"IPPAT adalah organisasi kepemudaan yang konsisten dalam pembangunan Aceh Timur. Pemuda dan mahasiswa harus kompak, jangan menyalahkan satu sama lain," tegasnya.

Lanjut dia, dalam peringatan Milad IPPAT ke-56 ini, kita akan melakukan sebuah agenda besar yaitu Oktober penuh kejutan.

"Kegiatan yang kami maksud tidak lain adalah Musyawarah Besar IPPAT. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan susun panitia pelaksananya," ujar dia.  

Sedangkan Duta Wisata Aceh Timur 2017, Lia Arjuni dalam sambutannya menyebutkan, dalam proses kompetisi tingkat Provinsi Aceh yang akan berlangsung beberapa hari ke depan, mereka akan mempromosikan berbagai tempat wisata serta wisata kuliner khas Aceh Timur.

"Proses ini adalah sebagai upaya mengembangkan pariwisata Aceh Timur tingkat nasional. Banyak sekali tempat wisata dan wisata kuliner khas Aceh Timur yang belum diketahui oleh mereka penikmat wisata. Ini menjadi tugas kita bersama dalam mempromosikannya," kata Lia.

Diskusi interaktif tersebut juga menyoroti terkait issu penutupan beberapa pantai di Aceh Timur. Menurut Darkasih, Ketua IPM-NUSDA, mengatakan penutupan pantai oleh sekelompok orang terkesan sangat merugikan bagi masyarakat setempat. Pasalnya, pantai saat ini menjadi objek wisata yang kesehariannya membantu mendongkrak ekonomi masyarakat pesisir di Aceh Timur.

"Kalaulah ada penilaian negatif seharusnya dirunding dulu untuk mencari solusi secara bersama, jangan main asal tutup," urainya.

Kemudian, Muhammad Rizal selaku Ketua IKMIR dalam hematnya, pariwisata Aceh Timur adalah solusi kemajuan Aceh Timur. Penemuan air terjun di kawasan Peunaron juga kabar baik bagi dunia pariwisata yang kemudian perlu difasilitaskan oleh Pemda supaya menarik perhatian bagi wisatawan lokal maupun nasional.  

Di penghujung acara, Sopian, S.Pd, yang juga Presiden GMA menyebutkan, terkait dunia pariwisata masih banyak yang harus dibenahi di Aceh Timur.

Kata dia, pertama, pembangunan fisik dan sosial kemasyarakatan harus proposional dan jangka panjang. Kedua, para pemuda dan mahasiswa adalah ujung tombak pembangunan daerah, harus tetap solid dalam mendukung pemerintah jangan mau diadu domba oleh kepentingan sekelompok orang. Ketiga, semua elemen yang terlibat dalam proses pembangunan Aceh Timur harus berbuat dengan ikhlas.

"Jangan melihat berapa gaji atau honornya, tetapi lakukan semua dengan ihklas demi kemajuan daerah dan bangsa yang akan datang," tutupnya.[*]

Baca Juga