Pengusaha Mengeluh, Proses Bongkar Beras Lamban di Bulog Blangpidie

ABDYA - Proses bongkar beras pengadaan dari sejumlah pengusaha kilang padi di Perum Bulog Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) lamban, akibatnya banyak pengusaha dan sopir truk yang mengeluh.

Hal tersebut dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Aceh Barat Daya, Darwis Nyakha kepada LintasAtjeh.com di Blangpidie, Rabu (04/10/2017).

Menurutnya, terlambatnya proses bongkar beras pengadaan dari sejumlah pengusaha kilang padi di daerah setempat, membuat biaya semakin tinggi karena harus menunggu berjam-jam bahkan ada yang sudah dua hari dua malam belum juga diproses dan dilakukan bongkar.

"Kejadian ini jarang terjadi sebelumnya, kalaupun ada tidak seperti yang terjadi saat ini. Kita tahu semua itu butuh proses tetapi pihak Bulog harus bekerja profesional, supaya tidak ada yang dirugikan," katanya.

Lanjutnya lagi, seharusnya Perum Bulog Blangpidie bisa menentukan jadwal penerimaan/pengadaan beras dari pengusaha kilang padi dengan pembagian rastra, sehingga proses bongkar muat beras dapat berjalan lancar. Tidak seperti ini, kami harus mengeluarkan biaya banyak karena harus lama proses bongkarnya.

"Semua itu bisa dilakukan komunikasi dengan pengusaha, dengan catatan tidak melanggar ketentuan yang ada. Jangan seperti ini," tegasnya.

Hal serupa juga disebutkan pengusaha kilang padi lainnya kepada LintasAtjeh.com, Man mengaku sudah berada di gudang Bulog sejak kemarin pagi. Namun sampai hari ini belum dilakukan proses oleh pihak Perum Bulog Blangpidie sehingga untuk segala bentuk biaya harus ditanggulanginya. Dari kebutuhan sopir truk hingga tambahan rental truknya.

"Kita minta Perum Bulog Blangpidie bisa bekerjasama lebih baik lagi dengan semua pengusaha kilang padi dalam hal pengadaan beras dan sebaliknya. Tentu saja tanpa meninggalkan ketentuan dan peraturan yang ada," ujarnya singkat.

Sementara itu ditemui LintasAtjeh.com, Kepala Perum Bulog Sub Drive Blangpidie Elmar Findra menyebutkan pihaknya kini sedang menerima pengadaan beras dari sejumlah pengusaha kilang padi lokal agar stok beras bisa untuk tiga bulan kedepan dalam keadaan aman. Menyangkut keterlambatan bongkar yang terjadi saat ini dikarenakan kurangnya tenaga bongkar.

"Harga beli beras Bulog saat ini berkisar di angka Rp.8.030 per kilonya. Dengan harga ini tentu saja pengusaha kilang padi yang ada di Abdya kita upayakan terus membinanya agar pada saat memasok beras ke Bulog terpenuhi semua persyaratan yang ditetapkan," pungkasnya.[ADI S]

Baca Juga