Peusaba: Pemko Banda Aceh dan DPRK Jangan Tipu Ulama!

BANDA ACEH - Ketua Peusaba Mawardi Usman menilai Walikota Banda Aceh dan DPRK tidak bisa dipercaya. Bahkan ditengarai ingkar janji, padahal dulu sudah ada dialog dan pertemuan yang menyatakan penghentian proyek Ipal di Gampong Pande dan akan dipindahkan ke tempat lain. 

"Namun proyek malah dilanjutkan dan hampir selesai. Yang menyakitkan adalah pemerintah dan DPRK Banda Aceh berjanji di depanuUlama dan pemangku adat Aceh," ungkap Mawardi Usman kecewa.

Dikatakannya, bagaimana mereka mengaku melaksanakan syari'at Islam namun mengingkari janji dan menganggap ulama seperti tidak ada? 
Mawardi Usman mengaku beberapa ulama menyatakan rasa kecewa kepadanya akibat perbuatan Pemerintah dan DPRK Banda Aceh karena telah mengingkari janji. 

"Dalam Islam tidak ada pemimpin yang berbohong. Bahkan Rasul mengatakan pembohong bukan umatnya dan akan dikutuk Allah," tegasnya.

Mawardi Usman menghimbau Walikota Banda Aceh dan DPRK segera bertobat menghentikan proyek IPAL dan memohon maaf kepada ulama. Karena dosa menipu ulama tidak bisa disamakan dengan dosa menipu timses dalam kampanye. 

"Allah akan menimpakan azabnya di dunia langsung bagi orang yang sengaja menipu para Wali Allah," tandasnya lagi.

Walaupun Mawardi sendiri mengatakan sangat marah dengan penipuan ini, dia mengharapkan pemerintah masih membuka mata hati agar tidak membuang tinja di makam ulama dan jangan menipu ulama. 

"Jangan sampai Aceh jadi Rohingya atau Andalusia. Islamnya hilang disebabkan situs sejarah Islam hilang dan ulama pengajar agama dianggap tidak ada," tegas Mawardi melalui pesan whatsapp mesenger, Minggu (08/10/2017).[Red]

Baca Juga