Rafli Kande: Pecandu Narkoba Malas dan Berhalusinasi

BANDA ACEH - Dampak penyalahgunaan narkoba dapat membuat pencandu narkoba menjadi malas dan terbuai halusinasi. Penegasan ini disampaikan Anggota Komite III DPD RI Rafli Kande pada acara dialog kepemudaan yang digelar DPD-RI di Aula Kesbangpol dan Linmas Aceh, Senin (30/10/2017).

"Pengguna narkoba biasanya tidak memiliki capaian dari kerja-kerja yang dilakukannya dan mereka cenderung tidak konsentrasi dalam melakukannya. Katakan saja jika seorang seniman menjadi pecandu narkoba, maka dalam melahirkan karya-karyanya, muatannya tidak memiliki subtansi serta sering ngawur," katanya.

Dengan adanya informasi yang semakin maju saat ini, kata Rafli, maka narkoba yang merupakan media yang membuat orang berfuluq amal atau panjang angan-angan dapat dengan mudah diakses.

"Narkoba akan membuat generasi muda tidak kreatif, malas berikhtiar atau malas bermujahadah. Peran kita bagaiman lingkungan sekitar kita dapat kita sampaikan sebagai media dakwah kita mencegah penyebaran narkoba," sebutnya.

Rafli Kande mengatakan  pemerintah perlu melakukan langkah-langkah kongkret menangani persoalan narkoba baik itu melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) ataupun lembaga non pemerintah.

"Kita sangat risau dengan persoalan narkoba ini karena dapat menghancurkan nasib generasi muda," kata Rafli.

Menurut pengamatan di lokasi dialog yang mengangkat thema "Merajut kekuatan pemuda dalam menghadapi ancaman narkoba" ini dihadiri oleh seratusan dari unsur pemuda. Adapun narasumber pada dialog ini yaitu Sekretaris Dispora Aceh Azhari, M.Si, Ketua KNPI Aceh Wahyu Syahputra, SE dan Ketua Yayasan Pintu Hijrah, Dedi Saputra,  S.Sos.[*]

Baca Juga