Target PAD BPKD Aceh Besar Melebihi Target

 
ACEH BESAR - Aset sebagai sumber pendapatan baru banyak orang berpikir bahwa semakin banyak aset semakin besar biaya pemeliharaannya.

"Barangkali pemikiran ini tidak berlaku untuk semua daerah khususnya Aceh Besar," kata Kabid Aset BPKD Aceh Besar Muharril Al Aqshar kepada LintasAtjeh.com, Senin (23/10/2017), di ruang kerjanya Kota Jantho.

Dijelaskan, dimana aset Aceh Besar yang dikelola oleh bidang aset banyak yang menghasilkan pendapatan. Menurutnya, diantaranya ada beberapa tanah dan bangunan milik Pemkab Aceh Besar yang disewakan hingga menghasilkan pendapatan  melampaui target PAD, dimana untuk tahun 2017 target PAD-nya hanya 100 juta pada Badan Pengelolaan Keuangan Aceh Besar.

"Melalui Bidang Aset Aceh Besar telah melakukan pemanfaatan terhadap aset daerah dengan jumlah pendapatan senilai  250 juta melebihi target PAD," kata Muharril.

Selain itu ada juga beberapa tanah milik daerah Aceh Besar yang disewakan oleh perusahaan telekomunikasi untuk pendirian tower dengan hasil sewa tersebut mencapai 500 juta lebih.

"Inilah yang disebut aset tidak lagi menjadi beban akan tetapi justru menghasilkan pendapatan," katanya.

Pola baru dalam pengelolaan aset Aceh Besar yang sedang dikembangkan dan barang kali menjadi rujukan sebagai terobosan pengelolaan aset daerah. Kata dia, selain itu Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Aceh Besar melalui bidang kekayaan sedang mengembangkan aplikasi aset dimana aplikasi tersebut berbasis web yaitu bisa diakses secara online dan juga dapat diakses dimana saja selama ada internet dan dalam aplikasi tersebut tersedia menu Ti2K koordinat untuk tanah dan bangunan serta aplikasi tersebut telah mengadopsi kode barang barang baru sesuai Permendagri 108 tahun 2016.

"Kedepan siapapun yg butuh informasi tentang aset Aceh Besar bisa diakses melalui aplikasi tersebut  harus ke bidang aset karena bisa diakses secara online," jelas Muharril.[DW]

Baca Juga