217 Peserta Ikuti MTQ dan Festival Anak Soleh di Kutapanjang

GAYO LUES - Sebanyak 217 peserta dari berbagai tingkatan usia, ikut meramaikan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Festival Anak Soleh yang dilaksanakan di Gampong Kerukunan Kutapanjang, Kecamatan Kutapanjang. Kegiatan yang dimulai sejak 24 November hingga 26 November 2017 mendatang ini, dibuka oleh Sekda Kabupaten Gayo Lues, Jumat malam (24/11/2017).

H. TAlib, S,sos, MM, Sekda Kabupaten Gayo Lues, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan MTQ dan Festival Anak Soleh ini sangat sejalan dengan Visi Misi Bupati Gayo Lues lima tahun kedepan. Bahkan untuk mendapatkan Qari dan Qariah yang handal, acara seperti ini akan dimasukkan dan menjadi agenda Pemkab Negeri Seribu Bukit kedepannya.

"Kami berharap kegiatan seperti ini juga dapat dilaksanakan di gampong lainnya," ujarnya.

"Kegiatan ini merupakan terobosan yang baik dalam memperkenalkan Islam sejak dini kepada anak-anak," pungkasnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Kerukunan Kutapanjang, Syarifuddin Arigayo, dalam sambutannya menjelaskan, anggaran kegiatan MTQ dan Festival Anak Soleh ini, dianggarkan melalui dana desa tahun 2017 sebesar 30 juta rupiah. 

“Kami menyadari, jumlah tersebut belum lah memadai. Oleh sebab itu, para Perangkat Desa dan masyarakat Kutapanjang sepakat, tahun depan kegiatan serupa akan dianggarkan lebih besar lagi yakni 50 juta rupiah,” ungkap Keuchik yang disambut tepuk tangan masyarakat.

Ia menambahkan, kegiatan serupa juga pernah dilaksanakan, dengan peserta sebanyak 75 orang. Tetapi, anggaran kegiatan saat itu dikutip dari masyarakat. 

"Berkaca dari pengalaman tersebut, maka kami membuat keputusan untuk tahun ini dan tahun seterusnya, kegiatan MTQ dan Festival Anak Soleh akan dianggarkan melalui dana desa. Karena acara ini akan dijadikan agenda tahunan Gampong Kutapanjang," jelasnya.

Pantauan media ini, usai seremonial pembukaan, pihak panitia langsung menggelar perlombaan salah satu cabang yakni Lomba Pidato Dai Cilik (Pildacil) yang melibatkan peserta pria dan wanita kategori kelas 4 hingga 6 Sekolah Dasar. Bahkan, saat peserta dai cilik ini berpidato, riuh tepuk tangan penonton tak henti-hentinya bergemuruh hingga cabang tersebut usai diperlombakan.[*]

Baca Juga