Abdullah Matyah : Membangun Aceh Tanpa Data, Ibarat berjalan dalam Kegelapan Ditengah Hutan

ACEH BESAR - Sedikit miris melihat pola pembangunan di Aceh, pembangunan nyaris seragam, pembangunan sepertinya hanya Copy Paste dari program yang telah di pesan terlebih dahulu. 

Hal tersebut disampaikan Abdullah Matyah, Pimpinan Yayasan Tabina Kama kepada LintasAtjeh.com, Jumat (03/11/2017), di Banda Aceh.

Abdullah Matyah yang akrab disapa Pak Wa memaparkan, sebagai contoh pembangunan ruang pendingin yang dilaksanakan hampir di setiap kabupaten/kota di Aceh, tetapi setelah dibangun tak dapat dimanfaatkan maksimal. Ini karena pembangunannya tidak berdasarkan studi kelayakan yang bagus dan tidak berbasis data yang akurat akan kebutuhan terhadap yang dibangun. 

"Sudah seharusnya pembangunan itu berbasis data yang akurat, menyangkut apapun itu," kata Pak Wa yang juga Pengurus PPWI Aceh. 

Menurut Pak Wa, membangun tanpa data, ibarat berjalan dalam kegelapan ditengah hutan. Oleh karena itu, sudah seharusnya pembangunan itu tepat sasaran dan sesuai kebutuhan serta kepentingan masyarakat banyak.

"Masifnya pembangunan infrastruktur di daerah harus dibarengi dengan pembangunan manusia dan analisa dampak dari pembangunan tersebut," jelas Pak Wa yang juga merupakan salah satu tokoh masyarakat di Banda Aceh. 

"Kesenjangan sosial dan kemiskinan di lokasi pembangunan infrastruktur bisa jadi bom waktu bila tidak segera diatasi," pungkas Pak Wa.[DW]

Baca Juga