Brutal! Kelompok Bersenjata Papua Perkosa Penduduk di Malam Hari

Aparat berjaga di pos Tembagapura (IST)
PAPUA - Setelah menembaki pos satuan tugas Brimob di Mile 67 dan Mile 66 area tambang PT Freeport dan menyerbu Markas Polsek Tembagapura, Timika, Papua, ternyata kelompok kriminal bersenjata memperkosa seorang wanita penduduk setempat.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, korban pemerkosaan itu berinisial E alias L.

Kamal menuturkan, pemerkosaan itu dilakukan pada malam hari setelah kelompok bersenjata melakukan penyerangan di Pos Brimob dan Markas Polsek Tembagapura, pada Minggu, 29 Oktober 2017.

Kamal menceritakan, dari laporan yang diterima kepolisian, saat itu korban sedang berada di warung miliknya. Tiba-tiba tiga anggota kelompok bersenjata datang dan berpura-pura membeli sesuatu.

Saat korban lengah, ketiga pria masuk ke warung dan menculik korban. Pelaku menculik korban dengan cara menyeretnya keluar menuju ke semak-semak yang gelap.

"Suami korban saat itu sedang menyalakan genset untuk menerangi beberapa rumah di sekitar kampung tersebut, sehingga tak mengetahui istrinya sudah dibawa para pelaku," ujar Kamal, Selasa, 31 Oktober 2017.

Korban diperkosa secara bergantian. Selama diperkosa, korban diancam dengan senjata. "Setelah diperkosa bergiliran, korban ditinggalkan di semak belukar, para pelaku lalu melarikan diri," kata Kamal.

Setelah pelaku pergi, korban lari menyelamatkan diri ke rumah kerabatnya. Korban berlari dalam kondisi tubuh setengah telanjang.

"Di sana korban memberitahu kalau dia baru diperkosa kelompok bersenjata. Polsek sudah terima laporan korban dan juga langsung membawa korban ke rumah sakit," kata Kamal.

Sebelumnya, saat penyerangan terjadi, sirene tanda bahaya telah dinyalakan di Kota Tembagapura. Sirene itu sengaja dibunyikan untuk memperingatkan warga dan pekerja Freeport agar tak keluar rumah.

Sementara itu, menurut Kamal, untuk mengantisipasi penyerangan terhadap petugas dan penduduk, Polda Papua telah meminta penambahan personel. Sebanyak 100 personel Brimob dari Kalimantan Tengah telah berada di Bandara Moses Kilangin, Timika.

"Kedatangan Brimob BKO dengan pesawat Lion carteran, untuk mengejar kelompok kriminal bersenjata guna menciptakan situasi yang kondusif," kata Kamal.[Viva]

Baca Juga