HMI Perlu Terobosan Pengkaderan dari Mahasiswa Jaman Now

KEBUTUHAN mahasiswa dan _student interest_ semakin tanggal dari tubuh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kondisi kekinian mahasiswa tidak dapat dibaca oleh aktivis HMI yang masih berkutat dengan metode-metode kadaluarsa. Mahasiswa jaman _now_ yang menuntut hal baru tidak dapat ditarik perhatiannya oleh HMI yang miskin gagasan baru.

Kurangnya literasi media digital di tubuh HMI memperparah kemiskinan gagasan tersebut. Sementara itu, organisasi lain semakin seratus langkah di depan dalam penguasaan teknologi. Ombak digitalisasi ini sudah lama diteliti dan diadopsi oleh organisasi selain HMI.

Sejatinya, teknologi membutuhkan biaya yang besar. Namun demikian, potensi sumber daya manusia yang dimiliki kader HMI seharusnya tidak membuat digitalisasi organisasi terhambat apalagi mandeg. Terlebih, alumni HMI mempunyai resource yang besar yang bisa disedekahkan untuk memodernkan organisasi terbesar di Indonesia ini.

Ditengah arus instagramisasi, kader HMI seharusnya bisa memanfaatkan media sosial sebagai wadah perjuangan. Gambar _meme_ seharusnya menjadi alat kontrol sosial bukan hanya bahan candaan. Video berdurasi 60 detik yang dijadikan media pendidikan politik lebih menarik ketimbang seminar atau diskusi bagi kaum millennial.

Setidaknya _trending topic_ setiap isu nasional lahir dari buah pemikiran kader HMI. Kevakuman distribusi kader HMI di dunia digital semakin meresahkan keberlanjutan perkaderan HMI. Lama kelamaan, mahasiswa Islam tidak tertarik lagi dengan organisasi tertua ini. 

Romantika masa lalu akan kebesaran HMI di masa lalu ikut andil dalam menghambat lompatan besar untuk kader dalam memperbaharui diri. Wajar saja kalau Ayahanda Barlian AW mengatakan insan cita sudah tidak menarik lagi bagi mahasiswa, jargon tersebut sudah digantikan perannya oleh mesin pencari Google. Stagnansi ini wajib diisi oleh pengurus HMI di setiap level di masa yang akan datang.

Siapapun yang terpilih sebagai pelayan umat idealnya melakukan terobosan dan gebrakan baru terhadap kekolotan yang menjalar setiap kepengurusan dalam satu dekade terakhir ini.

Penulis: Irhas F. Jailani (Sekretaris Umum HMI Komisariat FKIP Unsyiah 2017/Alumnus HORAS17)

Baca Juga