Kata Rakyat Maluku Tentang Sosok Mayor Jenderal TNI Doni Monardo

Mayor Jenderal TNI Doni Monardo (IST)
SOSOKNYA sederhana dan dekat dengan rakyat. Bahkan kariernya sebagai seorang prajurit terbilang bersinar, pengalamannya bertugas di daerah konflik tak diragukan lagi. Collin Leppuy, selaku rakyat Maluku mengungkapkan rasa bangganya kepada 'Sang Mayor Jenderal'. 

Berikut pengakuannya:

Sang penulis Kitab Tua "POLITIK KESEJAHTERAAN" yang berjudul "EMAS HIJAU DAN EMAS BIRU" telah pergi meninggalkan Tanah Pusaka MALUKU untuk melaksanakan tugas negara di Kodam Siliwangi, Bandung, Jawa Barat. Tentu beliau bukan anak adat Maluku, beliau tidak lahir apalagi besar di Maluku. Tapi apa yang beliau lakukan dan dedikasikan bagi Maluku adalah EMAS PUTIH yang tak dapat dinilai dengan apapun.


Beliau sudah berhasil menghadirkan sebuah perspektif baru tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) bahwa TNI adalah sahabat rakyat.

Kitab tua yang bernama EMAS HIJAU dan EMAS BIRU adalah sebuah punjung tulis dan bunga rampai yang berisikan pesan kesejahteraan yang beliau tulis dengan tinta emas dan persembahkan bagi rakyat Maluku dan Maluku Utara. Kitab tua ini adalah hasil kontemplasi dan permenungan bahkan pertautan dialektika nalar dan emosi beliau sepanjang hari tentang apa yang harus beliau persembahkan kepada bumi seribu pulau ini. Dan kitab tua yang mengkonklusikan politik kesejahteraan sebagai solusi bagi rakyat Maluku dan Maluku Utara telah berhasil mengangkat harkat dan martabat kesejahteraan masyarakat.

Siapakah beliau?? Beliau adalah Bapak Mayjen Doni Monardo, sosok yang saya sangat bangga dapat berjumpa, bermitra dan berproses dengan beliau selama kurang lebih 10 bulan lamanya dalam mengadvokasi permasalahan sosial di Maluku.

Bagi saya, beliau bukan sekedar Jenderal, tetapi Doni Monardo adalah sebuah "Sistem Nilai" tentang Politik Kesejahteraan yang semuanya tertulis rapih dalam kitab tua EMAS HIJAU dan EMAS BIRU itu yang ditulis sendiri oleh beliau di dalam kertas hati dan batin seluruh rakyat di bumi Raja-Raja ini.

Pak Doni, hari ini Maluku merasa bersedih karena Bapak telah meninggalkan kami, tapi kami bersuka cita karena Bapak telah menjalankan tugas negara dengan sangat luar biasa dan hari ini Bapak dipercayakan ditempat lain. Namun kami yakin, Maluku sangat berkesan di hati Bapak dan itu sebabnya, kami yakin hakul yakin, Bapak pasti "Mangente Katong Lai" di Maluku.

Bapak boleh berpindah tugas, tapi kitab tua yang Bapak persembahkan bagi Maluku akan terus kami jaga dan lanjutkan sehingga melahirkan benih2 kesejahteraan.

Kepada Pak Mayjen Suko Pranoto, selamat datang dan selamat bertugas di Maluku. Harapan seluruh rakyat Maluku, kiranya Bapak dapat meneruskan amal baik Bapak Doni bagi rakyat Maluku.

Saya percaya, hari ini "Tete Nene Moyang" Maluku sangat bangga karena Bapak Doni sudah melakukan yang terbaik dan akan dilanjutkan oleh pak Suko.

Selamat jalan pak Mayjen Doni Monardo untuk bertugas sebagai Pangdam Siliwangi dan selamat datang dan bertugas bagi Pak Mayjen Suko Pranoto sebagai Pangdam XVI Pattimura...

Tuhan memberkati dan katong pung Tete Nene Moyang menuntun Bapak berdua selalu...

Salam hormat dariku, Collin Leppuy, bagian dari rakyat Maluku.[*]

Baca Juga